Kehidupan Sosial Budaya dan Fasilitas Universitas di Osaka Nara

Jawaban bersumber dari buku “Japan I am coming” karangan Ibu Murni Handayani, M.Sc, PhD yang saat ini bekerja sebagai assistant professor di Chemistry Department, Division of Physical Organic Chemistry, Graduate School of Science, Osaka University. 

  1. Apakah tersedia asrama universitas atau mahasiswa harus menyewa tempat tinggal di luar kampus?

Di Osaka University terdapat dormitori dan international house ( Asrama mahasiswa) hanya waktunya memang dibatasi , ada yang bisa tinggal hanya setengah tahun sampai satu tahun tergantung dari jenis beasiswa dan juga tempat asrama mahasiswa tersebut. Adanya asrama mahasiswa ini memang ditujukan untuk membantu mahasiswa baru yang belum mendapatkan tempat tinggal di luar serta untuk membantu adaptasi di awal awal kedatnagan karena memang menyewa apartemen du luar (bukan asrama kampus) jauh lebih mahal harganya.

Ada juga yang diperuntukkan bagi kunjungan riset (jangka pendek) untuk peneliti / dosen dan program joint riset

Berikut link mengenai beberapa asrama mahasiswa di Osaka

Dormitory Osaka Nara

EXCHANGE

  1. Dimana osaka univ sering mengumumkan peluang untuk mahasiswa international belajar disana (mis: student exchange/international symposium/perlombaan)?

Di website osaka university

http://www.osaka-u.ac.jp/en/index.html

BUDAYA DAN SOSIAL

  1. Apakah mahasiswa asing diperbolehkan untuk melakukan kerja paruh waktu?

Iya bisa asalkan mendapat ijin dari professornya dan tidak melebihi jumlah waktu yang ditentukan (ada ketentuan berapa waktu maksimal yang bisa digunakan per bulan untuk melakukan kerja )

  1. Apakah sarana ibadah tersedia di kampus?

Iya , jumlah umat muslim sangat banyak di osaka university sekitra 100 orang lebih dari seluruh Osaka Univ (Toyonaka campus, suita campus, minoh campus). Osaka university di suita campus ada mushola yang lumayan besar dan dipakai untuk sholat jum’at .. Di Toyonaka campus belum ada mushola akan tetapi ada tempat khusus yang bisa dipakai untuk sholat jumat dan juga sholat berjamaah setiap harinya.

  1. Apakah sudah banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di universitas Osaka? Ada komunitas/grup mahasiswa Indonesia yang kuliah di universitas Osaka?

Mahasiswa Indonesia disini sangat banyak, 100 orang lebih. Bahkan kita punya group line warga Osaka-nara dnegan member lebih dari 200 orang. Komunitas mahasiswa Indonesia di osaka ada yaitu perhimpunan pelajar indonesia-osaka Nara (PPI-ON) dengan banyak kegiatan dalam setiap bulannya, bisa di cek di website PPI-ON  berikut: http://ppion.org/

Selain PPI-ON, bagi umat muslim kita mempunyai komunitas muslim osaka yang disingkat MO, dimana untuk tetap bisa bersilaturohmi setiap bulan dalam pengajian bulanan. Saat Ramadan ada acara buka bersama setiap minggu.

       4. Berapa tingginya biaya hidup yang biasanya dibutuhkan selama tinggal di                          daerah Osaka? Mengingat Osaka merupakan kota besar juga seperti Tokyo.

Biaya hidup disini iya lumayan mahal, untuk single (apartemen, makan, listrik, air, internet dll) bisa kisaran 90.000 yen sebulan tergantung dari gaya hidup per individu. Akan tetapi bisa disiasati, misalkan mencari apartemen yang murah (masih ada yg sebulan sekitar 30.000 yen), menghemat pengeluaran , makan dengan memasak setiap hari akan jauh lebih murah. sekali makan di kantin paling murah dsni 400 yen, dengan masak sudah bs utk sehari. Listrik air dan gas bs diatur penggunaannya.

Jika kita mendapat beasiswa spt MEXT/monbukagakusho yg setiap bulan sktr 150.000 yen, atau LPDP, inpex dll akan sangat cukup utk biaya hidup dan sewa apartemen. Saya selama 5 tahun 5 bulan mengandalkan beasiswa utk hidup sebulan bersama keluarga dan 2 anak saya Semua tergantung pandai pandainya kita mengaturnya

  1. Bagaimana tips hemat kuliah di UO?

Tips hemat di OU:

  • Mencari apartemen yang murah
  • Banyak mencari informasi kepada senior tentang barang-barang yang mungkin dihibahkan sehingga tidak perlu membeli.
  • Belanja ke supermarket yang murah, ada supermarket yang terkenal murah di sini dan banyak menjual produk halal seperti daging ayam halal, kemudian sosis, nugget dan cemilan berlogo halal. Supermarkrt ini namanya Gyoumu supa (業務 スーパー).Beberapa supermarket dan restoran akan memberikan harga diskon untuk beberapa makanan tertentu di malam hari saat supermarket akan tutup, jadi ini bisa menjadi salah satu kiat menghemat dengan berbelanja di malam hari.
  • Disini sering ada bazaar yang menjual barang-barang sangat murah dan terkadang malah free, jadi seringlah mencari informasi tentang adanya bazaar ini.
  • Belanja di second hand shop, di Osaka ada banyak toko yang menjual barang second atau barang bekas. Walaupun barang yang di jual adalah barang second, barang-barang yang dijual masoh sangat bagus dan beberapa kelihatan baru.
  • Menghemat pemakaian listrik , gas dan juga air, menggunakan seperlunya. Matikan listrik jika memang tidak terpakai.
  • Biaya transportasi di Jepang lumayan mahal, tiket kereta biasa antara satu statsiun satu ke stasiun berikutnya sekali jalan seharga 150 yen paling murah (15ribu rupiah) yang berarti pulang pergi habis 300 yen. Sedangkan monorail harga paling murah adalah 200 yen (20ribu rupiah), pulang pergi akan menghabiskan 400 yen (40ribu rupiah). Jika kita hanya pergi ke tempat yang dekat lebih baik menggunakan sepeda akan bisa lebih jauh menghemat.

  1. Terkait kehidupan di jepang. Kabar2nya di jepang makanannya serba mengandung olahan laut. Padahal saya alergi seafood. Untuk mencari makanan yang tidak ada seafoodnya mudah atau tidak? Terus untuk mengetahui kehalalan makanan disana bagaimana ya. Kabarnya juga kalau disana masakan instan banyak yang mengandung babi.

Iya banyak makanan disini yang tidak bisa dimakan oleh orang islam, sehingga kita harus hati-hati dan mencari informasi mengenai boleh tidaknya makanan itu di konsumsi. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir karena jika sudah disini nanti akan banyak sekali sumber informasi makanan halal di group halal japan yang sudah melakukan konfirmasi langsung ke perusahaan dan juga produsennya, kemudian sekarang juga mulai banyak restaurant halal serta toko-toko yang menjual makanan halal. Ada supermarket yang menjual banyak produk halal yang saya sebut di point 4 yaitu gyoumu supa dimana selain banyak produk bersertifikat halal juga harga yang jauh lebih murah dibanding supermarket lain.

  1. Kelancaran pendidikan selama disana tentunya dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah adaptasi. Bagaimana tips agar kita cepat menyesuaik diri dg kultur sosial di Jepang yg berbeda dg indo?

Tips-tips agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru di Jepang antara lain:

  • Banyak bersosialisasi dengan senior dan teman-teman Indonesia yang terlebih dahulu berada di Jepang. Dengan banyak bersosialisasi, maka kita akan banyak mendapatkan informasi mengenai culture di jepang dan apa yang harus dilakukan. Kita bisa banyak menyerap pengalaman-pengalaman teman-teman dari cerita mereka saat menghadapi musim dingin atau hal-hal lain yang kita tidak tahu.
  • Di kampus dan kehidupan riset, aktif berkomunikasi dengan teman-teman satu lab, staff dan juga professor. Komunikasi akan sangat penting untuk kita bisa beradaptasi.
  • Tidak malu untuk bertanya jika memang tidak tahu.

  1. Di Jepang kan negaranya sangat minim sekali muslimnya. Terus intuk kegiatan peribadatan solat 5 waktu ada kendalanya atau tidak? Terus ada organisasi kemahasiswaan kerohanian islamnya atau tidak?

Walaupun kita minoritas disini, anda tidak perlu khawatir akan kehidupan peribadatan. Orang Jepang sangat toleran untuk orang muslim melakukan ibadah, kita bisa sholat kapan saja dan tanpa ada hambatan.

Di Osaka university, ada mushola dimana kita bisa sering berkumpul dengan teman-teman muslim seluruh negara. Melakukan sholat berjamaah, sholat jum’at dan juga diskusi. Ada komunitas muslim Indonesia (Muslim osaka) dengan pengajian setiap bulan dan silaturrohmi dan mendengarkan ceramah agama. Ada komunitas Osaka muslim association (OMA) untuk seluruh muslim osaka dari seluruh negara dengan banyak kegiatan.

Kemudian di Osaka ada  dua masjid yaitu Osaka Masjid di Chibune dan Masjid Ibaraki Osaka, hanya yang paling dekat dengan Osaka University adalah masjid ibaraki Osaka dimana sangat aktif kegiatan rutin ada Friday program dan saturday program untuk dewasa dan juga untuk anak-anak. Saya setiap sabtu sore mengantarkan anak saya untuk mengaji ke Masjid ini.

Selain itu juga tersedia halal food dari daging halal, tempe, cabe, sambal, bumbu masak dll.

Beberapa link mengenai masjid di osaka:

Masjid ibaraki osaka:  http://osakamosque.org/

Osaka Masjid chibune: http://osakamasjid.info/?page_id=143

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *