Beasiswa Monbukagakusho

Untuk semua yang pengen kuliah di Jepang gratis, gw punya pengalaman nih yang mungkin bakal berguna (mudah-mudahan, amin) buat kalian.

Apa itu Monbukagakusho?

monbukagakusho adalah salah satu program beasiswa yang menberikan kesempatan bagi para penerimanya untuk menempuh pendidikan di Jepang di tingkat D2, D3, S1, S2, S3, teacher training, dan japanese studies. lengkapnya silakan lihat di sini. berhubung yang gw ikuti program S1, jadi gw cuma share pengalaman S1 aja ya. untuk persyaratan dsb bisa dilihat di sini.

1. Seleksi Dokumen (14 Mei – 15 Juni 2012)

hal pertama yang gw dilakukan adalah buka web kedubes Jepang untuk membaca berbagai persyaratan dan men-download formulir. pastikan kalian mengirim dokumen secara lengkap ya, soalnya cuma dokumen lengkap yang akan diseleksi. kalo udah selesai proses kirim-mengirim nya, tinggal nunggu aja hasil seleksi dokumen. yang lolos seleksi ini akan dipanggil untuk ikut tes tertulis.

2. Tes Tertulis (16 Juli 2012)

dari semua peserta yang ikut seleksi dokumen, terseleksilah beberapa ratus peserta yang dipanggil untuk tes tertulis. tes ini diadakan di 5 kota (Jakarta, Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar), sepertinya sih peserta dibagi berdasarkan alamat tetapnya. gw sendiri yang waktu itu tinggal di Padang, dapet tesnya di Medan.

gw saat itu masukin 1 pilihan jurusan kedokteran, jadi tes yang gw ikuti adalah matematika, bahasa inggris, kimia, dan biologi. oh iya, semua soal dalam bahasa inggris, sebagian besar berupa isian tapi ada juga yang pilihan ganda. kalau mau liat contoh soal tahun-tahun lalu, bisa download di sini (2007-2010) dan di sini (2012-2013).

soalnya susah gak? relatif ya, cuma menurut gw sih cukup menantang dan polanya beda banget sama soal-soal UN dan SNMPTN. latihan aja pakai soal-soal tahun lalu plus siapin mental juga 🙂

setelah tes, nunggu hasil lagi deh. hasil keluar sekitar 2 minggu kemudian, yang lolos akan dipanggil untuk wawancara di Kedubes Jepang di Jakarta.
3. Wawancara (13 Agustus 2012)

sejujurnya gw gak terlalu pede sama hasil tes tertulis, tapi ternyata gw dipanggil untuk wawancara di Jakarta. yeay! saran gw bagi yang akan wawancara, bawa air minum + bekal makan siang !!!

kenapa? karena disana gak disediain konsumsi ataupun kantin, kalo mau makan siang harus pergi ke mall sebelah (agak repot karena waktunya mepet dan takut telat balik). gw sendiri waktu cuma bawa air tanpa bekal, hasilnya gw kelaparan seharian.

urutan wawancara ditentukan berdasarkan alfabet, jadi yang alfabet inisialnya di belakang, siap-siap aja nunggu berjam-jam. bayangkan, gw dateng ke kedubes jam 8 pagi, dapet giliran interviewnya jam setengah 5 -______- (gw dapet nomer urut 30 dari 31 peserta yang hadir –harusnya 32-)

secara garis besar kondisi gw saat wawancara: penampilan cukup rapi (karena bawa sisir dan bedak, nah cewek harus bawa nih!), kelaparan, kedinginan (AC nya astaga), bosan, dan capek karena harus nunggu lama.

selama menunggu giliran, gw disuruh menyalin ulang formulir sebanyak 3 rangkap (sekalian memperbaiki kalo ada kesalahan pengisian, ganti/nambah jurusan juga boleh asal sesuai sama bidang studi tes tertulis) gw akhirnya nambahin farmasi di pilihan kedua (di petunjuk formulir, ditulis “bagi yang memilih kedokteran harap mengisi pilihan 2/3”).

singkat kata, sampailah giliran gw untuk wawancara. di dalam ruangan ada 1 perempuan indonesia, 1 pria jepang yang bisa bahasa indonesia, 1 pria jepang yang GAK bisa bahasa indonesia, dan 1 pegawai kedubes sebagai penerjemah.

gw udah mikir bakal ditanya aneh-aneh, eh ternyata gak juga lho. sebagian besar pertanyaannya adalah pertanyaan biasa yang nanyain sekolah, kuliah, dll (pokoknya yang gak bisa dikarang) sama beberapa pertanyaan lain yang berhubungan sama kepribadian kita. bonusnya buat gw, gw disuruh memperkenalkan diri dalam bahasa jepang (itu juga gara-gara si ibu nya ngeliat nilai jepang gw di rapor)

wawancaranya dalam bahasa indonesia kok, tenang aja. untuk ikut ini, yang penting kita ngerti bahasa inggris (untuk tes tertulis) jadi gak harus bisa bahasa jepang. nah, setelah wawancara, nunggu hasil lagi sekitar 2 minggu..
4.Seleksi Data oleh Pihak Jepang

peserta yang dinyatakan lolos wawancara akan dikirim datanya ke Jepang untuk menempuh seleksi lagi di sana. kebetulan 31 peserta yang diwawancara semuanya dinyatakan lolos dan datanya dikirim ke Jepang. ini adalah seleksi terakhir.

5. Pengumuman! (14 Desember 2012)

setelah menunggu dan menunggu (gw bahkan udah ngira kalo gw gak lolos), tanggal 14 Desember 2012 kedubes mengirimkan email berisi hasil seleksi final. gw baru baca 3 hari kemudian (itu juga taunya karena ditelpon). dan ternyata gw diterima :”D aaaah *nangis bahagia*

(ket: untuk program S1 ada 5 orang, D2 22 orang, D3 22 orang)

keesokan harinya gw mengirimkan email konfirmasi kalo gw bersedia menerima beasiswa ini. oh ya, jurusan dan universitas belum ditentukan.

6. Setelah itu…

gw tetap belajar untuk jaga-jaga kalo harus tes lagi untuk masuk universitas di sana. ya, gw masih nunggu informasi selanjutnya (perasaan disuruh nunggu terus ya -_-) baiklah, sekian bagian I, sampai jumpa di bagian selanjutnya!

halo, udah hampir 2 bulan nih gak update blog -_- dan udah hampir 3 bulan sejak bagian I -_- *maafkan aku, pembaca* by the way, bagi yang belum baca, silakan di cek dulu bagian I nya di sini 🙂

7. Undangan Group Facebook
setelah beberapa lama tiada kabar dari kedutaan, gw mulai cemas, ini beneran dapet apa gak sih (?) tapi akhirnya kecemasan gw terhapus oleh e-mail kedua tentang undangan untuk join group facebook bagi penerima Monbukagakusho ini. melalui group ini, gw bisa kenalan sama anak-anak lain plus jadi sarana penyebaran informasi.

8. Tentang Pledge dan Visa

gw disuruh tanda tangan pledge (semacam surat pernyataan gitu) dan ngisi formulir untuk visa. trus gw kirim deh dokumen tsb + paspor ke kedubes.

9. Gathering (26 Februari 2013)
dikarenakan banyak sekali pertanyaan yang berseliweran di group, akhirnya orang kedubes (kak Ircham, kak Dea, dan kak Iswinda) bikin acara gatheringuntuk orang tua dan anak. nah, di sini, kita boleh nanya sepuasnya tentang ini itu. sayang sekali gw gak bisa ikutan, karena gw tinggal di Padang alias harus naik pesawat ke Jakarta, sedangkan gw baru balik dari Bandung semingguan sebelumnya. berat di ongkos coy. tapi untungnya pertanyaan gw dijawab sama salah satu senpai(senior) di sana (thanks Natasia! :D)

10. Telepon lagi
Beberapa minggu yang lalu, gw dapet telepon dari orang kedubes, katanya pihak Jepang ‘memilihkan’ jurusan farmasi buat gw. itu berarti, selamat tinggal bagi impian dokter :”. tapi menurut informasi, gw masih ada harapan dapet kedokteran, tergantung prestasi gw selama sekolah persiapan di sana, tapi… katanya jangan banyak berharap. oke :” gw sendiri gak tau kenapa ngerasa lempeng aja pas denger dapet di farmasi, gak ada sedih atau kecewa. hmm. entahlah. oh iya, di telepon itu gw juga dikasih tau kalo gw bakal menghabiskan satu tahun pertama di Osaka.

-beberapa hari sesudahnya, gw dapet kabar kalo tanggal keberangkatan udah fix: 1 APRIL 2013-

11. Official E-mail dari Osaka University (5 Maret 2013)
yeay! setelah menunggu dan menunggu akhirnya dateng juga e-mail ini (anak tokyo udah dapet e-mail resmi dari sebelum gw ditelepon). isinya, tentang keterangan standar (yang gw udah tau -_-) dan detail selanjutnya akan dijelasin sesampainya gw di sana. oh ya, ada juga tawaran untuk ikutan Host Family Program, jadi kita kaya dikasih ortu angkat di sana (beda ya sama homestay). gw jelas langsung daftar dong (gak mau rugi) hehe

sekarang, gw lagi santai nungguin tanggal keberangkatan. eh, gak santai juga sih, barang-barang masih menunggu untuk packing, yen belom beli (kita harus nalangin biaya sebulan pertama karena tunjangan cair akhir bulan -_-)

Link tulisan:

http://ceritamaraaa.blogspot.jp/2012/12/cerita-53-monbukagakusho-bagian-i.html

http://ceritamaraaa.blogspot.jp/2013/03/cerita-57-monbukagakusho-bagian-ii.html

Penulis:

Tamara Larasati, saat ini kuliah S1 jurusan Farmasi Osaka University.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *