Beasiswa “YKK Leaders 21” – Yoshida Scholarship Foundation

Hai adik-adik yang bersemangat untuk melanjutkan studi ke Jepang! Apakah kamu sudah diterima oleh universitas di Jepang, tapi masih mencari-cari beasiswa? Sudah coba daftar beasiswa Monbukagakusho, beasiswa LPDP, tapi tidak ada yang lolos? Jangan mudah menyerah, ada banyak jalan menuju Tokyo, Osaka, Kyoto, dan kota-kota lainnya di Jepang. Saya sendiri juga pernah ada di situasi ini. Dua kali daftar beasiswa LPDP, dipanggil sampai ke tahap wawancara, tapi tidak lolos. Padahal, dari pihak Osaka University sudah menerima saya sebagai mahasiswa. Waktu saya pertama kali membaca email dari LPDP, bahwa saya tidak lolos tahap interview, saya langsung menangis di tempat saat itu juga. Teman-teman saya dengan mudahnya mendapatkan beasiswa LPDP. Apakah saya sebegitu tidak pantasnya untuk mendapat beasiswa? Begitu pikir saya saat itu. Kedua kali mendapat email penolakan dari LPDP, saya menjadi lebih kebal dan bersemangat untuk mencari beasiswa lain. Ditolak bukan berarti akhir dari segalanya! (berlaku juga saat melamar pekerjaan atau saat menyatakan perasaan :P)

Setelah dengan telaten menyisiri tabel beasiswa dari JASSO (ada ratusan beasiswa!), saya menemukan beasiswa YKK Leaders 21 dari Yoshida Scholarship Foundation. Mungkin ada yang merasa pernah melihat tulisan “YKK”? Ya, kemungkinan besar kalian melihat ketiga huruf tersebut di resleting baju atau celana kalian. Resleting YKK memang terkenal sebagai resleting no. 1 di dunia. Nah, ternyata perusahaan YKK ini juga memberi beasiswa melalui lembaga beasiswa mereka, Yoshida Scholarship Foundation (YSF). Setelah membaca syarat dan ketentuan beasiswa YKK, saya merasa saya cukup memenuhi persyaratannya. Saya pun mendaftar dan berharap kali ini keberuntungan berpihak kepada saya.

Apa saja persyaratan beasiswa YKK? Pertama, beasiswa YKK ini diberikan kepada mahasiswa internasional (luar Jepang) yang berspesialisasi di bidang sains atau ilmu pengetahuan alam, dan akan melanjutkan studi program pascasarjana di Jepang. YSF mencari kandidat yang memiliki poin-poin berikut:

  • kemampuan riset akademik yang tinggi
  • tujuan yang jelas untuk studi ke Jepang
  • semangat untuk memberi kembali kepada masyakat, melalui hasil studi/riset
  • kualitas seorang pemimpin

YSF juga hanya menunjuk universitas-universitas tertentu di Jepang sebagai universitas tujuan kandidat. Untuk universitas negeri, ada: The University of Tokyo, Tokyo Institute of Technology, Nagoya University, Kyoto University,Osaka University, dan Kyushu University. Sedangkan untuk universitas swasta, ada:  Keio University, Waseda University, Doshisha University, dan Kwansei Gakuin University.

Selain itu, sebenarnya YSF juga hanya menerima kandidat dari negara-negara tertentu saja. Namun tentu saja, Indonesia termasuk di dalamnya. Adapun daftar lengkap negara/wilayah yang tercakup dalam beasiswa ini adalah: Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat, Asia Tengah, Afrika, dan Mongolia.

Berikutnya, poin yang paling penting dan paling kita perhatikan saat mencari beasiswa, pasti adalah besar nominalnya bukan? Beasiswa YKK memberikan uang bulanan sebesar 200.000 yen per bulan (wow!), biaya kuliah sampai 2.500.000 yen selama total masa studi, tiket bolak-balik ke Jepang, dan juga tunjangan keluarga sebesar 20.000 yen per bulan (jika membawa pasangan). Jadi jika kamu mendapatkan beasiswa YKK ini, dijamin kamu dapat hidup dengan nyaman, bahkan bisa menabung dalam jumlah besar atau mengirimkan uang kepada keluarga di Indonesia.

Bonus lainnya yaitu YSF mengadakan summer excursion setiap tahun, di mana kita bisa bertemu mahasiswa-mahasiswa asing penerima beasiswa “YKK Leaders 21” dari universitas lain dan juga mahasiswa Jepang penerima beasiswa dari YKK. Biasanya ekskursi diadakan dalam 2 hari. Hari pertama diisi dengan mengunjungi pabrik YKK di Kurobe dan makan malam di hotel tempat menginap. Hari kedua adalah hari untuk jalan-jalan (yey!). Tujuan jalan-jalannya berbeda setiap tahun, namun biasanya di tempat-tempat yang dekat dengan Kurobe (contoh: Kanazawa, Tateyama Kurobe Alpine Route, Kurobe Dam). Tentu saja, semua biaya termasuk biaya transportasi ditanggung oleh YSF. Pokoknya gratis! 😀

Lalu, bagaimana cara untuk mendaftar beasiswa YKK ini? Nah, caranya agak sedikit tidak umum karena kita tidak bisa mendaftar langsung ke lembaga beasiswa tersebut. YSF menggunakan metode undangan, jadi mereka meminta universitas-universitas terpilih untuk merekomendasikan 1 siswa kepada YSF. Jika pendaftar ada lebih dari 1 orang, maka universitas yang akan melakukan seleksi sebab YSF hanya menerima rekomendasi atas 1 orang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak ada 2 siswa di satu universitas yang menerima beasiswa YKK secara bersamaan.

Dalam kasus saya sendiri, waktu itu awalnya saya bertanya kepada pihak Osaka University apakah saya bisa mendaftar untuk beasiswa YKK. Namun, ternyata staf fakultas saya tidak tahu-menahu tentang beasiswa ini. Setelah mereka menemukan informasi tentang YKK, mereka bahkan berkata kepada saya bahwa sepertinya sulit untuk mendapatkan beasiswa ini karena hanya 1 siswa yang akhirnya akan dipilih. Saya tidak paham kenapa mereka sepesimis itu dan seolah-olah tidak mendukung saya sebab yang ada di pikiran saya justru sebaliknya. Jika tidak banyak yang tahu mengenai beasiswa YKK dan tidak ada yang mendaftar selain saya, bukankah saya justru berpeluang besar untuk mendapat beasiswa ini? Saya mengutarakan hal ini kepada staf fakultas lalu mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada yang mendaftar selain saya. Akhirnya, saya pun melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk beasiswa YKK.

Dokumen-dokumen yang harus dilengkapi adalah:

  • formulir aplikasi
  • surat rekomendasi dari dosen pembimbing di universitas tujuan di Jepang
  • surat rekomendasi dari universitas negara asal
  • salinan surat/sertifikat penerimaan dari universitas tujuan di Jepang (jika hasil seleksi penerimaan telah diputuskan)

Saat itu saya sangat terburu-buru dalam melengkapi dokumen karena hanya tersisa 1-2 bulan sebelum penerimaan mahasiswa baru di bulan April. YSF sendiri tidak memiliki tenggat waktu yang terlalu ketat. Di tabel yang mereka contohkan, hanya dituliskan bahwa idealnya pada sekitar bulan Desember-Februari, universitas sudah mengajukan kandidat terpilih, disetujui oleh YSF, dan terakhir adalah pelengkapan formulir akun bank untuk penerimaan beasiswa. Saya sendiri baru mendapat pengumuman lolos seleksi beasiswa intra kampus akhir Februari (ya iyalah lolos, wong cuma saya yang daftar, hahaha). Kemudian, YSF baru mengeluarkan pengumuman resmi bahwa saya mendapatkan beasiswa mereka di pertengahan Maret (hanya 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan saya ke Jepang). Semua akhirnya beres walaupun giri-giri (istilah dalam bahasa Jepang yang artinya mepet-mepet deadline :P), dan saya merasa seperti “lucky bastard”. Ya kalau kata peribahasa, jika kita tidak bisa menjadi nomor satu, jadilah satu-satunya (yang mendaftar :P).

Semoga dapat menginspirasi adik-adik sekalian, dan jangan patah semangat untuk melanjutkan studi ke Jepang 🙂

 

Referensi:

http://www.jasso.go.jp/en/study_j/scholarships/__icsFiles/afieldfile/2017/04/05/scholarship_2017_eng.pdf

http://www.ysf.or.jp/ysfpdf/l21_applicationguidelines_2017-2018.pdf

http://www.ysf.or.jp/ysfpdf/scholarshipguide_ykkleaders21_2015-2016.pdf

 

Penulis: Gaby Almira

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *