Berpetualang ke Hakodateyama

Formasi lengkap rombongan ski PPI ON di Hakodateyama

Salah satu event yang ditunggu saat winter datang adalah ski bersama Persatuan Pelajar Indonesia  Osaka Nara (PPI ON). Setelah melalui diskusi, panitia akhirnya memutuskan acara ski akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2017 di Biwako Valley. Karena warga yang ikut dalam acara ski berasal dari daerah yang berbeda-beda, akhirnya rombongan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu rombongan bus Coop, rombongan kereta, dan rombongan mobil pribadi. Saya pribadi dan keluarga lebih memilih memakai jalur kereta karena menurut saya jauh lebih nyaman terlebih jika pergi bersama anak-anak. Karena saya  pernah memiliki pengalaman pergi ke ke Biwako Valley dengan kereta, panitia meminta saya untuk membantu mengkoordinir keberangkatan rombongan anker alias anak kereta.

Tanggal 14 Januari 2017, rombongan anker berangkat dari stasiun JR. Ibaraki, kami menyepakati untuk berkumpul pukul 8.20 JST. Namun saat itu sempat terjadi masalah, beberapa rombongan datang terlambat sehingga terpisah dari rombongan yang lain. Komunikasi sedikit terhambat karena saya tidak memiliki akses internet, namun akhirnya terselamatkan oleh Jalu yang berbaik hati meminjamkan handphonenya. Selama diperjalanan, panitia tetap keep in touch mengenai status masing-masing rombongan. Saat kami tengah menikmati perjalanan di kereta, keadaan di grup panitia mendadak berubah panik. Saat itu panitia menyatakan bahwa lokasi ski telah diubah secara mendadak. Saya sempat bingung karena tidak teliti membaca alur komunikasi di grup panitia. Ternyata saat itu rombongan bus coop telah dialihkan ke Hakodateyama Resort karena cuaca buruk di Biwako valley. Akhirnya rombongan kereta pun saya arahkan untuk turun di Kyoto station dan menjelaskan apa yang terjadi. Setelah memberikan penjelasan singkat, akhirnya rombongan anker pun maklum dan memahami keadaan.

Setelah berhenti di Kyoto station, kami menunggu beberapa warga yang terlambat dan sempat terpisah. Dari sana, kami memilih kereta menuju Omi-Imazu yang menurut jadwal akan tiba di lokasi pukul 10.05 JST. Akan tetapi, sepanjang perjalan salju turun cukup lebat sehingga kereta sedikit terlambat. Kami gagal untuk mengejar bus ke Hakodateyama yang terjadwal berangkat dari stasiun Omi-Imazu pukul 10.15 JST. Setibanya di stasiun Omi-Imazu, rombongan langsung riang gembira melihat tumpukan salju tebal. Melihat salju menjadi suatu histeria tersendiri bagi kami, maklum, anak tropis. Salju ini juga merupakan first snow bagi warga yang baru datang tahun ini. Tanpa basa-basi, kami langsung girang dan berfoto ria.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya bus yang menuju ke Hakodateyama datang. Kami langsung masuk ke dalam bus meskipun sedikit berdesakan. Bus berjalan di atas tumpukan salju yang tebal, memasuki jalan-jalan kecil. Sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan oleh hamparan salju yang putih. Sepanjang mata memandang hanyalah hamparan salju. Bus akhirnya tiba ditujuan, namun untuk sampai di area ski, kami harus naik gondola. Tidak seperti ropeway di Biwako, gondola ini hanya muat untuk 8 orang. Gondola bergerak naik sekitar 500 meter melewati terjalnya bukit dengan kemiringan sekitar 70 derajat.  Sesampainya di puncak, luar biasa, salju menerpa wajah kami tanpa henti. Angin disertai salju berhembus kencang. Putih dimana-mana. Untuk berjalan pun susah. Dan kami justru tertawa antara kedinginan dan bahagia.

Kami langsung asyik bermain ski dan bermain salju. Beberapa ada yang tidak tahan dengan dingin dan beberapa kali keluar-masuk restaurant yang ada disana. Sebenarnya tidak sembarang orang dapat masuk ke restaurant tersebut apabila tidak memesan makanan. Namun kami memiliki cara jitu untuk dapat menikmati penghangat di restaurant tersebut.

Serunya bermain salju

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Karena bus yang menuju stasiun Omi-Imazu berdasarkan jadwal akan berjalan pukul 16.12 dan 17.15 JST, maka kami memutuskan untuk turun sekitar pukul 15.30 JST. Menjelang pukul 4 sore kami beranjak menuju gondola dan turun ke ke tempat menunggu bus. Hampir semua yang ada di halte keluar, tak peduli salju yang masih turun deras. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.20 JST namun bus yang dinanti tak kunjung tiba. Satu persatu mobil pengunjung lainnya turun. Alif, salah satu panitia yang mewakili rombongan bus Coop pun sudah pamit kepada kami. Kami mulai panic saat bus tidak kunjung datang. Namun setelah beberapa saat kemudian, bus tiba. Saya kembali khawatir mengingat jumlah orang yang banyak sekali mengantri saat itu. Saya khawatir bus tidak akan cukup menampung jumlah penumpang yang sekian banyak. Alhamdulillah, setelah Mas Ibnu dan Abdul membantu mengatur penumpang, kami semua dapat masuk ke dalam bus. Bus sampai di Stasiun Omi-Imazu. Di tengah kerempongan dengan anak-anak, kami menentukan mesti naik kereta yang mana. Beruntung saat kami tiba, kereta special rapid menuju Himeji baru akan akan berangkat, sehingga bagi rombongan yang turun di Takatsuki atau Osaka, tidak perlu ganti kereta di stasiun Kyoto.  Saat itu satu gerbong serasa milik kami. 12 orang rombongan turun di Takatsuki karena harus berganti dengan kereta lokal ke Ibaraki station. Yang lainnya melanjutkan perjalanan ke stasiun Osaka. Kami tak lupa berfoto mengabadikan grup anker sebelum berpisah. Lelah dan kedinginan tapi kami sungguh bahagia dengan petualangan ke Hakodateyama bersama PPI ON. Tak akan terlupakan.

みんなさん, お疲れ様でした!よく頑張りましたね。。。

 

Penulis: Narila Mutia  (Uni Tia)

Foto: Narila Mutia  (Uni Tia)

Editor: Nindya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *