Catatan Hebat dari Sahabat (Benkyoukai Maret 2017)

Sabtu, 11 Maret 2017, Taiyou no Ie ramai dipadati oleh warga Osaka Nara (ON) yang antusias untuk mendengarkan presentasi dari para pembicara yang luar biasa. Sudah menjadi tradisi setiap tahun, materi benkyoukai dibawakan oleh warga ON yang telah menyelesaikan pendidikannya. Berbagi ilmu terkait dengan riset, kisah inspiratif, ataupun pengalaman hidup menjadi kewajiban tersendiri sebelum kembali ke tanah air.

Sebelum dimulainya acara, perut para peserta benkyoukai dimanjakan dengan suguhan spesial soto khas Bandung. Dan yang tak kalah spesial di hari itu juga, PPI ON kedatangan tamu rombongan siswa-siswi SMP Al-Firdaus Solo. Adik-adik yang menggemaskan ini akan menunjukkan kebolehannya bermain angklung di sela-sela pemberian materi.

 

Berbagi pengalaman hidup

Bertemakan “Cerita dari Sahabat”, benkyoukai kali ini terbagi atas empat sesi dengan bahasan topik yang beragam. Sesi pertama diisi oleh Mas Gagus yang mengangkat tema “riset, organisasi, dan silahturahmi”. Dalam presentasinya, Mas Gagus menjelaskan bahwa kunci dari keberhasilan yang beliau peroleh saat ini adalah dengan aktif berorganisasi. Karena dengan berorganisasi beliau memiliki banyak kesempatan untuk belajar banyak hal, salah satunya adalah cara berkomunikasi dan attitude yang baik dalam keseharian. Kemampuan tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membantu beliau menghadapi beratnya perjuangan menyelesaikan studi. Karena ketika kita mampu memahami cara pikir dan sudut pandang orang lain, maka akan semakin mudah bagi kita dalam beradaptasi menghadapi situasi yang kurang menguntungkan. Tidak hanya itu, kemampuan berkomunikasi akan mempermudah kita dalam menyampaikan poin penting dari hasil riset; membangun alur cerita yang baik saat menulis paper; mengatasi language barrier dan menjalin komunikasi yang baik dengan sensei.

Terbukti hingga saat ini, riset beliau yang membahas mengenai hydrogen storage telah menghasilkan 8 paper, dimana 6 paper di antaranya merupakan first author. Tidak berhenti sampai itu saja, hasil penelitian beliau saat ini juga sedang diproses untuk mendapatkan hak paten.  Usaha Mas Gagus dalam membangun network pun berbuah manis saat posisi post-doctoral di City University of Hong Kong berhasil diraihnya.  Satu prinsip yang beliau pegang yaitu selalu berusaha mempermudah urusan orang lain, dengan begitu Tuhan akan mempermudahkan segala urusan kita. Dan juga sesibuk apapun kita, jangan pernah lupakan orang tua, karena intervensi dari Yang Maha Kuasa akan hadir dalam bentuk doa seorang Ibu.

Kesadaran untuk menjaga bumi

Sesi kedua bekyoukai diisi oleh Ibu Narila Muthia yang akrab dipanggil Uni Tia. Beliau merupakan dosen UIN Jakarta yang telah menyelesaikan pendidikan post-doctoral-nya di graduate school of engineering. Di kesempatan kedua sebagai pemateri benkyoukai ini, Uni Tia membawakan materi mengenai dampak dari perubahan iklim dan “kiamat kecil” di kesehatan masyarakat. Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan industri dan teknologi sejak pertengahan abad 20 menyumbangkan gas CO2 dalam jumlah yang besar, dimana 47% nya berasal dari sektor energi. Peningkatan emisi gas CO2 ini berimbas pada naiknya suhu bumi dan perubahan iklim. Singkat kata, sebagai akibat dari perubahan iklim, imbas dari perubahan faktor lingkungan,juga menyebakan perubahan pada sektor kesehatan, salah satunya adalah virus dengue. Berlandaskan pada hal tersebut, Uni Tia memfokuskan penelitiannya untuk memprediksi efek perubahan iklim ini terhadap banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah Jakarta dengan menggunakan Disability Adjusted Life Year (DALY). DALY adalah indeks yang digunakan untuk mengukur umur yang hilang akibat penyakit dan sakit berdasarkan referensi umur yang seharusnya. Hasil prediksi DALY memberikan angka yang fantastis dimana, dalam periode 2013-2020, kasus DBD yang berkaitan dengan faktor perubahan iklim menyebabkan 9090 tahun umur yang hilang. Berdasarkan hasil penelitian ini, Uni Tia mengajak kita untuk menumbuhkan kesadaran berhemat energi mulai dari diri sendiri, karena pada dasarnya kelangsungan hidup generasi mendatang ada di tangan kita. Jika kita bergerak mulai dari sekarang, maka peristiwa kiamat-kiamat kecil tersebut dapat dihindari di masa mendatang.

Fakta baru tentang antioksidan

Sesi ketiga yang dibawakan oleh Mbak Yurika membahas efektivitas obat antikanker terkait dengan senyawa ROS dan antioksidan. ROS merupakan senyawa reaktif yang mengandung atom oksigen yang telah kehilangan satu elektronnya. Jika terakumulasi dalam tubuh, ROS dapat menimbulkan efek oxidative stress yang berujung pada kerusakan sel. Dalam sel kanker, senyawa ROS ditemukan dalam kadar yang lebih tinggi dibandingkan dengan sel normal. Berdasarkan hal ini, terapi untuk kanker terbagi menjadi 2, yaitu terapi antioksidan yang bertujuan untuk menurunkan senyawa ROS, dan terapi untuk menurunkan peroksidan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah ROS dalam sel. Selama ini, senyawa antioksidan telah dikenal sebagai mekanisme pertahanan tubuh dalam melawan ROS, namun belum diketahui secara pasti apakah suplemen antioksidan juga efektif membantu melawan sel kanker. Berangkat dari masalah ini, Mbak Yurika melakukan penelitian mengenai efektivitas antioksidan sebagai suplemen untuk terapi kanker. Akan tetapi di luar dugaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen antioksidan memiliki efek kontra produktif terhadap obat antikanker. Pemberian suplemen antioksidan sebaliknya menghambat efektivitas obat kanker dan meningkatkan jumlah sel kanker yang mengalami metastasis. Di satu sisi, para peneliti juga aktif mengembangkan terapi pro-oksidan sebagai terapi kanker. Terapi ini dilakukan dengan memicu peningkatan kadar ROS untuk membunuh sel kanker. Cara yang lebih aman adalah dengan memberikan obat yang menghambat enzim penetral ROS, dengan begitu ROS akan menyebabkan kematian sel. Di akhir presentasi, Mbak Yurika menyarankan untuk lebih memperhatikan obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsi. Tidak selama nya antioksidan dibutuhkan oleh badan kita secara terus-menerus dan akan lebih baik jika kita meningkatkan konsumsi buah dan sayur.

Prinsip dalam membuat slide presentasi

Presentasi terakhir yang dibawakan oleh Mas Amil membahas mengenai trik-trik mebuat slide presentasi yang baik. Masalah-masalah umum yang dihadapi saat membuat presentasi dapat berupa kesulitan dalam membaca materi ataupun cara membuat slide yang informatif. Mas Amil menyarankan, dalam membuat presentasi akan lebih mudah jika slide dimulai dengan tujuan akhir. Ketika tujuan sudah ditentukan, maka pekerjaan selanjutnya adalah membangun alur untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Berdasarkan prinsip Gestalt, manusia cenderung untuk melihat sesuatu secara keseluruhan, sehingga jarak menjadi hal yang penting dalam menyajikan infromasi. Untuk memperjelas aplikasi dari prinsip tersebut, Mas Amil menampilkan dua konten presentasi yang sama namun dengan penyusunan slide yang berbeda. Hanya dengan memainkan memainkan jarak, besar font, dan warna font, informasi dalam slide menjadi lebih mudah dipahami. Pemilihan warna untuk teks dan background yang kontras dapat juga mempercantik tampilan slide. Sesuai dengan fungsinya, slide ppt seharusmya membantu kita untuk berkomunikasi, sehingga menampilkan semua data dan tulisan dalam slide justru membuat presentasi sulit dipahami. Seiring dengan pesan Mas Gagus sebelumnya, Mas Amil juga memberi masukan agar kita selalu berlatih dalam mengkomunikasikan slide presentasi, Karena pada dasarnya ilmu komunikasi bukanlah bakat melainkan suatu ilmu yang didapat dengan cara diasah.

 

Benkyoukai kali ini sukses membuat para peserta yang hadir ikut berdiskusi selama sesi tanya jawab. Menariknya, selain sebagai ajang silahturahmi, benkyoukai juga memberi kesempatan bagi warga yang berasal dari berbagai disiplin ilmu untuk mendapatkan wawasan baru. Kesimpulan yang dapat kita ambil dari acara benkyoukai kali ini adalah jangan pernah membatasi ilmu yang kita punya, karena permasalahan di Indonesia membutuhkan solusi dari berbagai sudut pandang yang hanya dapat terselesaikan melalui kolaborasi interdisiplin ilmu.

 

Penulis: Safira

Editor: Tamara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *