Dokumen Pasca Kelahiran di Jepang

Buat yang berencana untuk atau sudah melahirkan buah hatinya di Jepang, ada beberapa dokumen yang harus segera diurus demi kelancaran proses administrasi. Mungkin agak sedikit ribet, tetapi karena ini adalah dokumen penting yang akan berguna untuk si anak. Maka, jangan malas untuk segera menyelesaikan dokumen-dokumen ini. Berikut adalah beberapa dokumen yang diperlukan:

Laporan kelahiran ( shussei todoke出生届)

Proses ini adalah prosedur melaporkan bahwa bayi kita telah lahir dan ingin didaftarkan pada kartu keluarga kita (juuminhyo). Dari pihak rumah sakit, kita akan mendapatkan sertifikat kelahiran (shuusei shoumeisho (出生届). Sertifikat ini bisa diminta dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris (untuk di rumah sakit tertentu, misalnya Rumah Sakit Minoo). Dokumen ini akan dibawa ke City hall (shiyakusho) untuk diproses lebih lanjut. Saat sampai di shiyakusho, bilang pada petugasnya bahwa akan lapor kelahiran, biasanya mereka akan langsung sigap melayani untuk semua dokumen yang diperlukan. Harap dicatat bahwa pelaporan kelahiran harus dilakukan dalam waktu 14 hari setelah kelahiran.

Dokumen yang harus dibawa: Shussei shoumeisho, resident card danNational Health Insurance (NHI) (Kokumin Kenko Hoken (国民健康保険) orang tua dan maternity health record book (boshi techo (母子手帳) (di halaman depan boshi techo akan dicantumkan keterangan lahir dan juga ditulis tanggal pelaporan oleh pihak shiyakusho. Halaman ini akan dilampirkan pada saat mengurus surat kelahiran anak di KJRI/KBRI)

Output: Juri shomeisho (受理証明書) dan juuminhyo (住民票) yang sudah diupdate dengan nama anak.

Asuransi kesehatan bayi (hoken 保険書)

Asuransi kesehatan adalah hal yang wajib untuk dimiliki ketika bersekolah atau bekerja di Jepang. Untuk itu, sekaligus dengan pengurusan pelaporan kelahiran, maka pihak shiyakusho akan langsung mengarahkan untuk membuat asuransi kesehatan bayi. Cukup menunjukkan bahwa kita (orang tua) menggunakan hoken dari pemerintah, maka anak kita juga akan terdaftar langsung dalam hoken tersebut.

Daftar tunjangan biaya bulanan bayi (Jidouteate 児童手当)

Setelah mendapatkan, asuransi kesehatan bayi. Maka pihak shiyakusho akan mengurus tunjangan biaya bulanan. Besaran biayanya bervariasi untuk tiap kota. Ada yang 15.000/bulan/anak atau dengan nominal yang lebih kecil. Biasanya, biaya ini akan ditransfer setiap 4 bulan sekali ke rekening bank orangtua.

Dokumen yang harus dibawa: fotokopi buku tabungan orangtua, resident card dan hoken orang tua, hanko, dan hoken anak.

Output: telah terdaftar dalam tunjangan bulanan dan brosur-brosur tentang jidoteate.

Membuat kartu berobat bayi gratis (iryoushou 医療証)

Selain hoken, maka kartu berobat bayi juga harus dipunyai. Bila si kecil sakit, ada beberapa kota yang menggratiskan biaya pengobatan, tetapi ada juga yang harus membayar maksimal 500-1000 Yen. Kartu ini penting untuk dipunyai karena biasanya 1 bulan setelah melahirkan, akan ada pemeriksaan di rumah sakit. Jadi, kalau bisa, segera saja mengurus kartu ini supaya tidak dikenai biaya pada saat memeriksaan bayi.

Dokumen yang diperlukan: resident card orangtua, hoken.

Output: Iryoushou (di kota tertentu, kartu ini akan dikirimkan ke alamat rumah bersama dengan hoken anak)

Tunjangan biaya melahirkan (Shussan Ikuji Ichiji Kin 出産育児一時金)

Bila kita melahirkan di rumah sakit, maka kita akan mendapatkan tunjangan sebesar 420.000 yen. Uang ini akan disalurkan langsung ke rumah sakit, jadi biaya melahirkan akan dipotong langsung dari tunjangan ini atau kita bisa meminta tunjangan ini ke shiyakusho. Bila biayanya lebih besar dibandingkan tunjangan, maka kita harus membayar kelebihan biayanya. Namun, bila biayanya lebih kecil dibandingkan tunjangannya, maka kita akan mendapatkan uang tunai dari shiyakusho yang akan ditransfer ke rekening kita. Setiap kota dan rumah sakit mempunyai kebijakan tersendiri, informasi mengenai tunjangan biaya melahirkan ini dapat ditanyakan terlebih dahulu pada rumah sakit yang bersangkutan.

Dokumen yang dibawa: resident card, hoken orangtua, buku tabungan.

Output: Sisa kelebihan tunjangan biaya melahirkan.

Resident Card (Visa) di Kantor Imigrasi Jepang

Selain dokumen yang diurus ke shiyakusho, maka kita harus juga mengurus visa anak maksimal 30 hari setelah kelahiran. Dokumen ini harus diurus langsung ke pihak imigrasi Jepang di Osaka (letaknya di Cosmosquare). Ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan visa bagi si kecil, antara lain:

  1. Form aplikasi (ada di website)
  2. Photo 4×3(untuk bayi, tidak memerlukan foto)
  3. Surat kelahiran (shuusei shoumeisho (出生届)) atau surat keterangan lahir yang  dikeluarkan oleh shiyakusho (Juri shomeisho (受理証明書))
  4. Kartu keluarga (juuminhyo) edisi terbaru (beserta bayi yang baru lahir) yang bisa diminta di syakusho.
  5. Surat Keterangan Mahasiswa
  6. Surat Keterangan Beasiswa (Monbugakusho, LPDP, Dikti, dll) atau copy buku tabungan, bila private student. Untuk non-beasiswa, tidak ada saldo tertentu yang dipersyaratkan. Pokoknya, dari pihak imigrasi merasa teryakinkan bahwa anak kalian tidak akan terlantar karena orangtuanya kekurangan biaya.
  7. Residence card orangtua
  8. Surat keterangan menikah (mungkin diperlukan, jadi siap-siap aja dibawa)

Dokumen ini tidak akan dikembalikan oleh pihak Imigrasi. Jadi lebih baik melampirkan kopian dari dokumen-dokumen yang dipersyaratkan. Untuk keterangan lebih detail, bisa menuju tautan berikut http://www.immi-moj.go.jp/english/tetuduki/zairyuu/syutoku.html

Surat Keterangan Lahir di KJRI/KBRI

Dokumen ini diperlukan untuk persyaratan memperoleh akta kelahiran di Indonesia. Di beberapa kota, surat kelahiran yang dikeluarkan dari rumah sakit/city hall tidak cukup dan harus menyertakan surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh KJRI/KBRI. Berikut adalah persyaratan untuk mendapatkan surat keterangan lahir:

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Konsul Konsuler (ada di website KJRI)
  2. Mengisi formulir pelaporan kelahiran (ada di website KJRI)
  3. Fotokopi surat nikah/buku nikah/ akta perkawinan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia
  4. Fotokopi paspor orangtua, semua halaman yang terpakai.
  5. Surat keterangan lahir dari pemerintah Jepang (Juri shomeisho (受理証明書))
  6. Kartu keluarga terbaru (asli) dari Shiyakusho (Juuminhyo)
  7. Resident Card anak
  8. Fotokopi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Bositecho), halaman. Pencatatan tanggal, waktu kelahiran
  9. Beli Letter Pack di kantor pos 1 lembar (bentuk amplop tebal A4 dan sudah termasuk perangko 510 Yen) dan mengisi alamat lengkap
  10. Biaya 0 Yen

http://www.indonesia-osaka.org/layanan-publik/kelahiran/

Paspor Anak di KJRI/KBRI

Selain Surat Keterangan Lahir, maka kita juga harus mengurus Paspor buat si anak. Berikut adalah beberapa persyaratan untuk pembuatan paspor:

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Konsul Konsuler KJRI Osaka (ada di website)
  2. Mengisi formulir permohonan paspor (ada di website)
  3. Surat pernyataan tidak berkewarganegaraan asing (ada di website)
  4. Surat Keterangan Lahir (SKL) Anak
  5. Surat nikah/Buku Nikah/ Akta Perkawinan orang tua yang dikeluarkan pemerintah Indonesia.
  6. Resident Card Anak
  7. Resident Card Orangtua
  8. Paspor kedua orangtua, fotokopi semua halaman yang terpakai.
  9. 3 lembar pasfoto ukuran terbaru 3×4 cm dengan latar belakang warna putih polos bukan hasil editing dan jelas/tidak buram
  10. Beli Expack/Letter Pack di kantor pos 1 lembar, amplop ukuran A4 (untuk pengiriman paspor) dan mengisi alamat lengkap
  11. Biaya paspor sebesar 2.700 Yen (transfer melalui kantor pos)

Rekening Pos KJRI Osaka
振込先 : 在大阪インドネシア共和国総領事館
Nama Rekening : Zai Osaka Indonesia Kyouwakoku Souryoujikan
郵便口座番号 : 00970-4-257046 (振り込み書が必要になります)
No. Rekening : 00970-4-257046 (Resit asli pembayaran harus disertakan)

Proses penggantian paspor memakan waktu sekitar 3 hari kerja

http://www.indonesia-osaka.org/layanan-publik/paspor-hijau/

Sumber: https://sabakukyu.wordpress.com/2016/08/17/pengalaman-melahirkan-di-jepang-part-3/

Penulis: Pink

Editor: Nindya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *