Hatsuhinode (初日の出) – First Sunrise Over The Land of Rising Sun

Fenomena matahari terbit (sunrise) mungkin menjadi hal yang normal bagi kita, sebab kita terbiasa mengalaminya setiap hari. Namun bagaimana jika sunrise ini terjadi pada momen khusus -misalnya hari pertama di tahun baru?- lalu terjadi di lokasi khusus –misalnya di negeri matahari terbit, Jepang?

Pada kesempatan ini, redaksi ingin menceritakan satu tradisi unik yang “only in Japan”. Seperti yang telah diceritakan dalam artikel lain di web PPI-ON (Mengawali Tahun Baru dengan Hatsumode), saat tahun baru di Jepang, ada satu tradisi unik yang tak kalah menarik untuk diceritakan, yaitu Hatsuhinode.

Hatsuhinode dari atas Floating Garden Umeda Sky Building, Osaka (arsip pribadi)

Hatsuhinode (初日の出) merupakan tradisi masyarakat Jepang dengan menyambut terbitnya matahari pertama tiap tanggal 1 Januari. Jika tahun baru umumnya disambut dengan bergadang hingga menjelang tengah malam dan pesta kembang api saat jam berganti dari 23.59 ke 00.00, masyarakat Jepang lebih memilih untuk pergi berdoa ke kuil (hatsumode) atau tidur sepanjang malam untuk bangun mengejar sunrise. Jadi, jangan heran jika new year’s eve di Jepang terasa sepi senyap. Yep, it’s just Saturday turned to Sunday, mate!

Hatsuhinode awalnya diperingati masyarakat Jepang pada pergantian musim dari musim dingin ke musim semi, mengikuti sistem kalender lunarian pada saat itu. Namun, sejak tahun 1873, Jepang mulai mengadopsi sistem penanggalan Gregorian, dan peringatan hatsuhinode berganti menjadi tanggal 1 Januari tiap tahunnya.

Menurut legenda Shinto, saat terbitnya matahari pertama tiap tahun, dewa Toshigami (dewa tahun baru) akan menampakkan dirinya, dan siapapun yang menyambut kedatangan dewa akan diberkati keberuntungan selama satu tahun ke depan. Bonus keberuntungan inilah yang membuat banyak orang Jepang beramai-ramai bangun pagi sebelum matahari terbit.

Orang-orang menyambut hatsuhinode di puncak gedung (arsip pribadi)

Ada berbagai lokasi di Jepang yang pas untuk menikmati hatsuhinode. Salah satu yang paling favorit adalah gunung Fuji. Meskipun jalur pendakian Gunung Fuji ditutup selama musim dingin, namun daerah sekitarnya, seperti Danau Motosu dan Danau Yamanaka di Prefektur Yamanashi, dapat menyajikan pemandangan apik saat hatsuhinode.

Sunrise dengan gunung Fuji difoto dari danau Shojiko (sumber foto: www.nihonsun.com)

Meskipun terkesan sekular dan modern, superstitions di Jepang ternyata masih terlihat jelas. Contohnya dalam rangka tahun baru ini, segala yang bersifat “pertama” menjadi hal sakral yang harus dikerjakan dan diperlakukan secara hati-hati: hatsuhinode (sunrise pertama), hatsumode (berdoa di kuil pertama), hatsugama (upacara teh pertama) dan hatsuyume (mimpi pertama). Jika semua hal dilakukan secara benar, maka keberuntungan akan menghampiri sepanjang tahun tersebut.

Bagi kita yang bukan orang Jepang, meskipun tidak sepenuhnya memahami esensi dari segala ritual tersebut, dengan bangun lebih awal di hari pertama tahun baru sudah cukup untuk menunjukkan kesungguhan kita untuk bekerja dan menyambut kesuksesan selama satu tahun ke depan. Bukankah demikian?

Penulis dan Foto : Nikko

Editor: Tamara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *