ISASC 2017: Kontribusi Mahasiswa dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 lalu, organisasi Persatuan Pelajar Indonesia Osaka-Nara (PPION) telah menyelenggarakan konferensi ilmiah lintas keilmuan bernama ISASC (Indonesian Student Association Scientific Conference). Konferensi yang berlangsung di Icho-Kaikan Hall, Osaka University, Jepang, dan diikuti oleh lebih dari 120 peserta ini mengambil tema Sustainable Development of Indonesia. Dalam pelaksanaannya, ketua panitia ISASC 2017, Julinton Sianturi, menyatakan, “Kami ingin membantu pemerintah mendukung program pembangunan berkelanjutan di Indonesia serta ingin mengajak anak muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan riset mereka. Dalam konferensi ini juga, kami ingin berbagi pengalaman riset mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Jepang atau negara lainnya dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia. Tim panitia ISASC 2017 sangat yakin bahwa mahasiswa Indonesia akan termotivasi belajar ke luar negeri dan berkarya lebih jauh lagi untuk Indonesia.”

Ketua Panitia ISASC 2017, Julinton Sianturi, saat memberikan sambutan

Demi meningkatkan motivasi mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia, tim panitia ISASC 2017 telah mengundang perwakilan duta besar Indonesia, konsulat jenderal Indonesia di Osaka, perwakilan Center for International Education and Exchange di Osaka University, petinggi Osaka University, profesor-profesor Jepang, para peneliti Indonesia yang menetap di Jepang, serta mahasiswa Indonesia dari berbagai negara.  “Semua orang ini kami satukan dalam satu ruangan untuk membahas hal penting yang disebut dengan Sustainable Development of Indonesia. Mereka membahas peranan Biotechnology and Genetic Engineering, Chemical Biology and Natural Product Chemistry, Material Science and Engineering Resources, Environment and Social Interaction, dan Government, Economic and Social Policy dalam mendukung program berkelanjutan di Indonesia. Bidang sains dan sosial adalah hal yang sangat esensial serta berkesinambungan untuk mendukung program tersebut,” ungkap Julinton.   

Untuk mencapai tujuan itu, Julinton juga memaparkan bahwa peranan anak muda dan pemerintah adalah kunci untuk mencapai sustainable development goals.  Tema Sustainable Development of Indonesia pada ISASC 2017 sengaja diusung untuk mengajak anak-anak muda berperan aktif dalam memikirkan masa depan Indonesia. “Melalui konferensi ini, kami mau mengajak anak muda untuk melakukan terobosan di bidang keilmuan mereka,” ungkap Julinton. “Saya sempat menanyai teman-taman yang belajar di luar negeri: ‘apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?’ Kebanyakan menjawab tidak akan pulang ke Indonesia dikarenakan susahnya mencari posisi dengan birokrasi yang sangat kompleks dan tidak adanya perhatian serta penghargaan dari pemerintah.”

Dengan adanya konferensi ini, Julinton dan tim panitia ISASC 2017 tidak hanya ingin memotivasi anak Indonesia yang belajar di Indonesia, tetapi juga mahasiswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri. “Meskipun kamu tidak berada di Indonesia, meskipun kamu kecewa dengan Indonesia, tolong perhatikan jeritan masyarakat Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan teman-teman sekalian. Membantu Indonesia bukan berarti kita harus pulang ke Indonesia dan bekerja di sana. Kita juga bisa berkarya di luar negeri untuk membantu Indonesia,” lanjutnya.

Terakhir, Julinton mengemukakan harapan dari diadakannya kegiatan ISASC 2017. “Kami ingin semua orang Indonesia paham tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Indonesia butuh anak muda yang bertalenta. Hal paling penting adalah kami ingin semua pihak bekerja sama dan saling terkoneksi dalam mendukung program berkelanjutan tersebut.”  

Penulis: Dhira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *