Person of the Month: Ahmad Jafar Arifi (Januari 2017)

You never know the struggle behind the big achievement until you hear it from them.

Dalam rubrik person of the month, tim PPI ON Publisher akan mencoba untuk menggali cerita di balik sosok beberapa warga PPI ON. Dalam edisi perdana ini, mari mengenal lebih jauh sosok Ahmad Jafar Arifi, ketua PPI ON terpilih untuk periode 2016-2017.

Ahmad Jafar Arifi

(P: Publisher, J: Jafar)

P : Hai Jafar, Karena kalau tak kenal maka tak sayang, jadi tolong deskripsikan diri kamu dalam 3 kata.

J : rajin, pemikir, pendiam (:

P : kapan sih kamu merasa sebagai diri kamu sendiri?

J: Ketika belajar. Kenapa? Karena saya hobi belajar. Ketika sedang belajar, disitulah saya bisa menikmati hidup seutuhnya.

P : Bagaimana dengan rasa jenuh? Atau menyisihkan waktu untuk self-reward?

J : Mungkin sekedar jalan-jalan untuk menghilangkan jenuh atau makan di luar. Tetapi hidup saya sederhana dan ga neko-neko, jadi menurut saya, pencapaian itu saja sudah cukup menjadi reward untuk diri sendiri.

P : Apa mimpi terbesar kamu?

J: Menjadi seorang scientist di bidang fisika teori. Karena dari dulu saya suka science dan engineering, rencana nya setelah lulus SMA, saya ingin masuk teknik kimia dan bekerja di industri. Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain karena pada akhirnya saya masuk Fisika. Semenjak saat itu, saya sadar bahwa impian saya adalah menjadi seorang scientist.  Susah dan memang terasa sekali ilmunya, tapi ada rasa excited tersendiri ketika mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh orang lain (hahaha).

P: Apa kegagalan dan pencapaian terbesar dalam 23 tahun di hidup kamu?

J: Mungkin, kegagalan terbesar saya ketika gagal masuk teknik kimia UI, sedangkan pencapaian terbesar saya ketika memenangkan medali emas olimpiade fisika antar universitas di Indonesia.

P: Apa rencana hidupmu kedepan dan juga keinginan yang belum tercapai?

J: Jika memang rezeki saya ada di dalam negeri, saya akan kembali ke passion saya untuk mengajar. Sebagai dosen, mungkin saya tidak terlalu mengejar pendanaan ataupun riset yang mumpuni, selama saya bisa membimbing dan mengajar, hal tersebut lebih dari cukup.

Namun sejalan dengan cita-cita saya, setelah lulus S3, saya berencana akan mengambil post doc sembari mencari posisi-posisi tetap yang memang lumayan susah karena persaingannya yang ketat. Kedepannya, saya ingin mengejar karir penelitian di luar negeri. Dengan begitu, saya dapat membuka peluang kerjasama dengan Indonesia di bidang penelitian dan menjadi penghubung bagi para pemuda Indonesia agar memiliki kesempatan untuk kuliah di luar negeri. Kenapa harus kuliah di luar negeri? Karena menurut saya, fasilitas dan pendanaan riset yang lebih terjamin akan sebanding dengan kualitas SDM yang dihasilkan. Entah pada akhirnya akan bekerja di luar ataupun di dalam negeri, yang terpenting adalah tetap meletakkan pikiran kita untuk tanah air dan berkontribusi sebagai jembatan antara Indonesia dan pihak luar.

P: Oke, sudah puas kita mengorek-ngorek hidup kamu, sekarang kita lanjut ke pertanyaan yang lebih serius. Apakah arti PPI ON buat Jafar?

J: PPI ON adalah wadah untuk berkumpul, merangkul semua pelajar, bukan hanya Handai tapi juga di universitas lainnya. Saya melihat PPI sebagai kekuatan pemersatu untuk semua pelajar dan juga sebagai wadah aktualisasi untuk menyalurkan minat masing-masing seperti minat di bidang seni ataupun olahraga. PPI adalah tempat untuk menemukan teman yang memiliki kedekatan hati satu sama lain, yang tidak dapat ditemukan dari teman negara lain.

P: Bagaimana kesan dan pesannya ketika dilantik menjadi PPI ON nomor 1?

J: Shock. Karena mengingat tahun sebelumnya, sistem perekrutan calon ketua tahun ini sangat berbeda. Jujur saya tidak menyangka dan tidak mempersiapkan diri. Mengingat pengalaman saya di organisasi jaman dahulu, amanah yang saya emban belum pernah sebesar ini. Tapi karena banyaknya dorongan dan mereka percaya saya bisa, akhirnya saya memutuskan untuk maju. Hal positifnya, saya jadi memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Memimpin itu artinya mencoba memahami orang lain. Selama ini, saya merasa egois dan hanya fokus pada diri saya sendiri. Mungkin, dengan menjabat sebagai ketua, saya juga bisa belajar untuk merubah diri.

P: Menurut kamu, apakah hal yang penting dalam organisasi dan aspek penting apa yang harus ada dalam seorang pemimpin?

J: Dalam organisasi, dalam berkegiatan, kita harus saling percaya bahwa kita semua capable dalam menyelesaikan tanggung jawab dan saling memahami. Karena iklim yang berbeda dengan jaman S1, dimana semua orang sibuk dan hectic, adanya kepercayaan dan saling memahami kondisi masing-masing menjadi hal yang penting untuk menghindari adanya mis-komunikasi dan chaos akibat emosi.  menurut saya s eorang pemimpin harus bisa

  1. Kemampuan menyampaikan visi misi, agar orang lain paham dan dapat bekrja sama  
  2. Kepercayaan diri dan optimisme dalam berkegiatan/mengerjakan program kerja agar semua aspek yang terlibat ikut termotivasi

P: Apa rencana untuk PPI ON selama satu tahun kedepan?

J: Menjadikan PPI ON sebagai wadah aktualiasasi dari pelajar Indonesia di Jepang untuk meningkatkan kualitas akademik dan non akdemik demi tercapainya life balance.

P: Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan dalam menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa dan tanggung jawab sebagai ketua?

J: Saya sendiri sadar, bahwa posisi ini bukan posisi yang nyaman, apalagi untuk mahasiswa M2, dimana master thesis ada di depan mata. Maka satu-satunya cara, saya harus melawan rasa malas, menetapkan hati, dan kerja keras dalam mengerjakan kedua hal tersebut.

P: Siapa role model dan apa impact-nya dalam hidup kamu?

J: Yang pertama adalah orang tua, terutama ayah. Beliau adalah orang yang sabar dan pengertian, selalu berkomunikasi dengan cara yang baik dalam kondisi apapun. Beliau juga selalu mengajarkan untuk berusaha memahami orang lain. Saya mengidolakan beliau dan ingin bisa menjadi seperti beliau. Kedua, guru bahasa Inggris saya yang selalu mengajarkan untuk selalu membuka pikiran dan berpandangan luas. Dan yang ketiga adalah guru matematika saya yang mengajarkan saya tentang kerja keras dan selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ketiganya berperan besar dan berpengaruh dalam pembentukkan kepribadian saya.

P: Karena masih fresh hawa-hawa tahun baru, apa sih makna tahun baru untuk Jafar?

J: Untuk saya tahun ini, adalah amanah baru. Saya melihat di setiap tahun, di setiap masa, ada momen tertentu. Momen dimana kita harus me-recharge semangat kita agar kedepannya kita kembali bersemangat untuk mencapai tujuan yang dahulu.  Momen untuk resolusi bukan hanya tahun baru, masih banyak momen lain nya seperti lebaran, natal, dan lain-lain. Tapi di setiap momen cobalah refleksi diri, apa saja yang sudah saya lakukan selama satu tahun ke belakang dan kembali bersemangat untuk mencapai target.

P: Adakah momen berharga yang bisa menjadi pelajaran di tahun 2016?

Belajar dari sertijab (serah terima jabatan -red) tahun lalu, saya belajar untuk mempersipakan diri di segala kondisi. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di depan. Maka, selalu persiapkan diri untuk sesuatu yang tidak kita duga.

P: Apa resolusi kamu di tahun 2017?

J: Agar proses transisi menuju D1 (doktoral tingkat satu -red) berjalan lancar dan juga dalam menjalankan amanah tahun ini.

P: Sebelum mengakhiri obrolan ini, kita punya speed question. Semua pertanyaan harus dijawab dalam waktu kurang dari 2 detik.

P: Naik jabatan atau naik pelaminan? J: Naik pelaminan

P: Gowes di tanjakan atau koprol di turunan? J: Gowes di tanjakan

P: Beberes kamar atau baca jurnal? J: Baca jurnal

P: Pentol atau Gorengan? J: Gorengan

P: Sebutkan judul film yang pantas jadi judul hidup kamu? J: Ee….. Anugrah Sang Kuasa (?)

 

Nah, demikianlah hasil ngobrol seru kami dengan Jafar, ketua PPI ON kali ini. Sungguh sangat inspiratif bukan? Mulai dari kegemarannya untuk belajar dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, memberikan kita semua semangat untuk memiliki life-balance antara organisasi dan pendidikan. Sukses terus Jafar untuk studinya dan semoga selalu tegas dan mengayomi para anggotanya.

Salam, Publisher.

Penulis: Safira

Editor: Nindya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *