Person of the Month: Athanasius Wrin dan keluarga (Februari 2017)

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

-Sapardi Djoko Dhamono-

Euforia tahun baru nampaknya sudah mulai sedikit meredup seiring dengan semakin hangatnya suhu di Osaka-Nara. Bunga plum pun beberapa sudah mulai mekar, ini pertanda bahwa kita telah memasuki bulan kedua di tahun 2017. Bulan Februari memang identik dengan awal baru yang indah, awal mula bunga plum yang cantik bermekaran, suhu yang mulai hangat, dan juga cinta. Obrolan tentang cinta memang selalu menjadi topik yang seru untuk dibicarakan. Tak ketinggalan untuk edisi bulan ini, PPI ON Publisher mengangkat tema “cinta”. Ngomong-ngomong tentang cinta, biasanya selalu identik dengan coklat dan segala hal yang berwarna pink. Hmm…kebetulan, warga Osaka-Nara memiliki satu sosok yang penuh cinta. Dari nama panggilannya yang sangat melambangkan cinta kasih, sosok ini telah sukses mengukir cerita tentang perjuangan cintanya selama sedasawarsa. Siapakah dia? Yuk kita simak obrolan hangat bersama Mas Athanasius Wrin Hudoyo atau yang biasa kita kenal sebagai Mas Pink ini bersama dengan Nesya, istrinya dan buah hati mereka berdua, Hagia Sastrajendra.

Athanasius Wrin dan Istri

P: Publisher A: Athanasius (Pink.red)

 

P: menurut Mas Pink, definisi cinta itu apa sih?

A: Cinta itu dinikmati, dijalani, nggak perlu definisi. Cinta bisa sama apa saja dan sama siapa saja.

 

P: Kalau dalam hal hubungan antarmanusia, menurut kamu cinta itu apa?

A: Sama seperti definisi cinta secara umum sih. Cinta itu dirasakan, tidak butuh definisi. Cuma kalau dalam hubungan, yang penting adalah komitmen satu sama lain, dan yang paling penting adalah mau sama mau. Nggak bisa kalau cinta itu cuma satu arah aja. Namanya hubungan harus dua arah, harus sama-sama usaha.

 

P: Nah, kalau gitu bagaimana sih caranya membedakan antara cinta dan hanya sekedar butuh?

A: Hmm… kalau membedakan antara cinta dan butuh agak susah juga ya. Tapi yang jelas kalau kita sudah cinta sama satu orang dan yakin sama dia, lama-lama jadi butuh juga. Karena kalau sudah cinta, kita memang bakalan stuck sama orang tersebut, ya cuma dia, dan pasti bakalan butuh kehadiran dia. Saya ngalamin sendiri sih, waktu kemarin Nesya melahirkan dan harus stay di rumah sakit selama 5 hari, saya merasa ada yang kurang. Merasa ada yang hilang gitu, jadi bingung sendiri. Nah ini yang saya maksud cinta dan butuh. Karena saya cinta, saya membutuhkan. Bukan serta merta kita butuh orang tersebut asal butuh aja.

 

P: Mas Pink ini kan terkenal dari beberapa tulisannya di blog tentang kesuksesan menjalin hubungan jarak jauh hingga hampir lebih dari sepuluh tahun, kok bisa sih? Bagi-bagi dong tipsnya!

A : Nggak ada tips khusus. Yang penting dibawa santai aja, nggak saling mengekang. Kalau masih pacaran kan sebenernya kita masih punya hidup masing-masing. Saya dengan teman-teman saya dan Nesya juga begitu. Bukan berarti mau ngapa-ngapain harus laporan 7×24 jam. Pergi sama siapa, ngapain aja. Buat saya kaya gitu terlalu ribet. Ya santai aja, yang penting kan sama-sama percaya, sama-sama berkomitmen, dan yang paling penting selow aja, jangan mikir macem-macem sama pasangan kita.

 

P: Selain dibawa selow aja, pernah ngga sih memberikan sesuatu yang spesial atau melakukan hal romantis buat mba Nesya?

A: Saya pernah dua kali membuat buku untuk dia, kurang romantis apa coba? Haha. Pertama saya buat pada saat 2 tahun masa pacaran. Buat saya buku yang pertama itu masih jaman-jaman alay, kalau baca kadang suka ngekek sendiri. Sedangkan buku kedua saya buat saat kami akan menikah. Gimana perasaanmu kalau pasanganmu sampai membuat buku tentang kamu? Haha.

 

P: Akhir tahun lalu, telah lahir buah cinta kalian berdua yang diberi nama Hagia Sastrajendra. Apa sih arti nama itu? Soalnya ear catching banget!

A: Hagia Sastrajendra. Nama Hagia lebih dahulu saya pakai untuk nama blog saya, saya suka aja sama namanya. Sebenarnya Hagia sendiri tersinspirasi dari nama Masjid Hagia Sophia di Turki. Sastrajendra sendiri sebenernya agak random. Saya iseng baca wayang twitnya Sudjiwo Tedjo, Sastrajendra… lengkapnya Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu atau yang artinya “hanya Tuhan satu-satunya yang benar-benar tahu dan boleh nilai baik dan buruk.”

 

P: Kasih tips dong buat temen-temen yang masih single yang kadang merasa sabishii ini biar lebih semangat sama hidupnya.

A: Tinggal jauh dari teman-teman dan keluarga kadang memang bikin kita merasa kesepian. Tapi jangan terus negative thinking kalau nggak ada yang suka, nggak ada yang mau, atau nggak ada yang mencintai kita. Pikiran jelek datangnya sebenernya dari diri kita sendiri, padahal kenyataannya nggak seperti itu. Saya juga heran sama beberapa temen yang jomblo di sini, masa serandom-randomnya orang Indonesia yang ada disini ngga ada satupun yang klik dan cocok? Hehe.

 

P: Selain komitmen dan percaya satu sama lain, ada hal lain ngga yang menurut mas Pink jadi hal wajib sampai akhirnya memantapkan pilihan?

A: Kalau dari saya pribadi, kecocokan itu penting banget. Saya nggak mungkin bisa bertahan selama ini sama Nesya kalau saya nggak cocok sama dia. Yang penting saling menguatkan satu sama lain, pastikan kalau dalam hubungan kalian akan menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sebaliknya. Kalau saya, dulu sebagai salah satu upaya untuk mengetahui apakah saya cocok sama Nesya atau nggak, saya coba ajak pergi travelling berdua aja. Dari situ kan kita tahu, sifat dia gimana, bisa jadi kebiasaan-kebiasaan jeleknya juga keluar. Kalau selama travelling itu kita ngerasa nyaman jalan sama dia, ya bisa jadi pertimbangan kuat kalau kamu bisa tinggal juga sama dia nantinya.

 

Ngobrol dengan Mas Pink, memang tidak ada habisnya. Akan selalu ada hal seru yang menjadi topik permbicaraan, apalagi kalau membahas masalah cinta dan perasaan. Sedikit obrolan di atas mudah-mudahan menjadi motivasi bagi jomblo-jomblo untuk tetap bersemangat, dan juga bagi setiap pasangan yang sedang in Long Distance Relationship, semoga dapat lebih yakin terhadap pasangannya.

 

Penulis: Nindya

Editor: Tamara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *