Person of the Month: Julinton Sianturi (November 2017)

Setelah sekian lama, rubrik Person of the Month kini kembali menyuguhkan profil anggota PPI Osaka-Nara yang inspiratif, loh! Sehubungan dengan suksesnya kegiatan Indonesian Student Association Scientific Conference (ISASC) PPI ON yang  dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2017 lalu, kali ini mari kita simak pengalaman Juliton Sianturi selaku ketua acara.

Julinton Sianturi, Ketua ISASC 2017

Q: Halo, Kak Joe. Mau tanya dong, apa sih tujuan diadakannya ISASC 2017?

A: Kami ingin membantu pemerintah mendukung program pembangunan berkelanjutan di Indonesia serta ingin mengajak anak muda bertalenta Indonesia untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan mereka, terutama dalam bidang riset. Kami juga ingin berbagi pengalaman riset mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang atau negara lainnya dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, tim panitia ISASC 2017 sangat yakin bahwa mereka akan termotivasi belajar ke luar negeri dan berkarya lebih jauh lagi untuk Indonesia.

Untuk lebih meningkatkan motivasi mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia, tim panitia ISASC 2017 telah mengundang perwakilan duta besar Indonesia, konsulat jenderal Indonesia di Osaka, Center for International Education and Exchange di Osaka University, petinggi Osaka University, professor Jepang, para peneliti hebat Indonesia yang telah menghabiskan waktu lama di Jepang, dan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara. Semua orang ini kami satukan dalam satu ruangan untuk membahas hal penting yang disebut dengan sustainable development for Indonesia.

Dalam konferensi ini, kita membahas peranan Biotechnology and Genetic Engineering, Chemical Biology and Natural Product Chemistry, Material Science and Engineering Resources, Environment and Social Interaction, dan Government, Economic and Social Policy dalam mendukung program berkelanjutan di Indonesia. Kita ketahui bersama juga bahwa sains dan sosial adalah hal yang sangat esensial dan harus berkesinambungan untuk mendukung program berkelanjutan di Indonesia.  

Untuk mencapai tujuan itu, peranan anak muda dan pemerintah adalah kunci mencapai sustainable development goals. Kami sebagai panitia ingin anak muda dengan segala kreativitasnya untuk berkarya. Kami tidak menuntut untuk melakukan hal besar bagi Indonesia. Jika mereka adalah mahasiswa, silakan belajar keras dan bekerja keras demi mendapatkan hasil yang baik. PERCAYALAH hasil yang diusahakan dengan keringat jerih payah akan memiliki arti penting untuk Indonesia dan TEMAN-TEMAN SEKALIAN HARUS BANGGA KARENA TELAH MENJADI BAGIAN DARI INDONESIA.

 

Q: Wah, keren! Terus kenapa tema konferensinya Sustainable Development of Indonesia nih?

A: Kami ingin mengajak anak-anak muda ikut berperan aktif dalam memikirkan masa depan Indonesia. Di sisi lain, kami juga ingin menyentuh mereka dengan menekankan betapa berartinya mereka bagi Indonesia. Anak muda Indonesia sangat mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif dan lain sebagainya. Melalui konferensi ini, kami mau mengajak anak muda: LET’S STAND UP TO DO SOMETHING.

Hal yang paling menarik adalah ketika saya menanyai teman-taman yang belajar di luar negeri, apa yang akan kamu lakukan setelah lulus dari universitas? Kebanyakan menjawab tidak akan pulang ke Indonesia dikarenakan susahnya mencari posisi dengan birokrasi yang sangat kompleks dan tidak adanya perhatian serta penghargaan dari pemerintah.

Saya paham dengan kondisi tersebut, saya juga tidak mengatakan itu salah karena itu opini mereka. Bila saya katakan salah, itu adalah opini saya. Dengan adanya konferensi ini, ISASC 2017 tidak hanya ingin memotivasi anak Indonesia yang belajar di Indonesia, tetapi juga mahasiswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri. Meskipun kamu tidak berada di Indonesia, meskipun kamu kecewa dengan Indonesia, tolong perhatikan jeritan masyarakat Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan teman-teman sekalian. MEMBANTU INDONESIA BUKAN BERARTI KITA HARUS PULANG KE INDONESIA DAN BEKERJA DI INDONESIA, tetapi kita bisa berkarya di luar negeri untuk membantu Indonesia.

Karena alasan itulah, kami mengangkat tema Sustainable Development of Indonesia demi memotivasi mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia maupun luar negeri.

 

Q: Kalau boleh tahu, kendala apa saja yang dihadapi selama persiapan?

A: Mengenai kendala, tentu ada. Semua panitia adalah anggota PPI Osaka-Nara (mahasiswa Indonesia di Osaka dan Nara). Di sini kami mengikuti budaya Jepang: belajar dan melakukan penelitian mulai pagi hingga larut malam. Semua panitia menyempatkan waktu di tengah kesibukan dan padatnya kegiatan di laboratorium. Waktu persiapan bahkan tidak banyak, baru dilakukan sejak bulan Februari 2017.

Konsep kami selaku panitia adalah mengumpulkan cendekiawan, pemerintah, peneliti, dan mahasiswa baik dari Indonesia maupun Jepang. Kesulitan terbesar kami adalah komunikasi dengan petinggi di Indonesia. Panitia sudah gagal beberapa kali dalam mencari pembicara utama cendekiawan atau pemerintah Indonesia, tetapi akhirnya dapat teratasi.

Q: Luar biasa, Kak! Terima kasih banyak untuk para panitia ISASC yang sudah bekerja keras~ Terakhir nih Kak, hasil apa sih yang diharapkan dari ISASC 2017?

A: Kami ingin semua orang Indonesia paham tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Indonesia butuh anak muda yang bertalenta. Hal paling penting adalah, kita ingin semua pihak bekerja sama dan saling terkoneksi dalam mendukung program berkelanjutan Indonesia. 

Siap, Kak Joe! Terima kasih  banyak sudah berbagi informasi tentang ISASC 2017! Dari sini, kita jadi sadar pentingnya peran mahasiswa dan kalangan akademisi dalam membangun Indonesia. Semoga ke depannya PPI ON bisa terus mengadakan kegiatan kece kayak gini, yaa. Sukses terus untuk Kak Joe!

Penulis & Editor: Dhira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *