Persiapan untuk Studi Lanjutan

Jawaban bersumber dari buku “Japan I am coming” karangan Ibu Murni Handayani, M.Sc, PhD yang saat ini bekerja sebagai assistant professor di Chemistry Department, Division of Physical Organic Chemistry, Graduate School of Science, Osaka University. 

  1. Jenis prestasi seperti apa yg memiliki skor tinggi dlm proses pendaftaran ke osaka?

IPK, daftar publikasi maupun proposal riset akan sangat penting sebagai pertimbangan oleh Professor di Osaka University. Untuk ujian masuk ke osaka university, maka lulus tidaknya akan tergantung dari hasil ujiannya (biasanya sesuai bidang studi, misalnya untuk jurusan kimia maka yang diujiakn adalah kimia dari kimia organik, kimia fisik,kimia anorganik.

       2.  Misal saya mau lanjut S2 di Osaka University hal apa saja yg setidaknya banyak  saya lakukan saat S1 ? Dan apakah IPK saat S1 minimal 3.5?

  • Naikkan kemampuan akademis agar excellent / pertahankan nilai akademis tetap bagus.Untuk nilai transkrip, nilai atau IPK adalah hal yang sangat penting. Walaupun ini bukanlah satu-satunya yang menjadi ukuran untuk mendapatkan beasiswa, akan tetapi nilai atau IPK yang tinggi akan membuat lebih bisa meyakinkan professor. Untuk hal ini kembali lagi ke setiap professor, di lab saya professor punya aturan tersendiri saat menerima international student, beliau akan mengkonversi ke standar MEXT kalau dgn IPK minimal IPK 3.42 . Jadi tidak harus cumlaude. dan beberapa professor juga menerima dgn IPK sekitar
  • Naikkan kemampuan berkomunikasi dgn bahasa asing (english/jepang).
  • Belajar membuat proposal penelitian.

        3. Dulu berapa lama persiapan ibu utk melanjutkan study S2 di Uni Osaka? Apakah              ibu mempersiapkannya dg baik semenjak study S1? Selama S1 apakah ibu sudah                punya study plan ke Jepang atau masih2 bingung milih study S2?

Persiapan studi S2 saya lumayan lama, kisah saya untuk mendapatkan beasiswa waktu itu tidak terlalu mudah (Perjuangan bagaimana  saya mendapatkan beasiswa ke Jepang saya tulis di buku Menghidupkan Mimpi ke Negeri Sakura/MMKNS yang pernah menjadi best seller di Gramedia).

Saya belum mempersiapkan diri untuk S2 ke Jepang saat S1 karena orientasi saya mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu dan memang saya ingin bs masuk LIPI jadi saya lebih mempersiapkan diri untuk bs diterima di LIPI. Setelah bekerja di LIPI baru saya memikirkan untuk kuliah S2 dan mulai mempersiapkan diri dengan sering belajar bahasa inggris dan mengikuti test TOEFL, kemudian mencari professor dan mendaftar beberapa beasiswa walau beberapa kali gagal karena kurangnya informasi, tapi justru kegagalan ini membuat saya semakin mengerti bagaimana untuk bisa sukses mendapatkan beasiswa.

  1. Linieritas (kesesuaian jalur studi) sangat dibutuhkan atau tidak?
    Misal dari teknik murni ke pendidikan atau sebaliknya. Atau teknik mesin ke mekatronik (robotik) atau ke sipil. Kalau dibelanda kan tidak terlalu penting yang penting bisa buat renca penelitian yang menarik buat profesornya dan mampu. Di Jepang, untuk kuliah S2 atau S3, tidak linear tidak masalah asalkan ada professor yang bersedia menjadi advisor kita selama studi.
  1. Jika ingin mendaftar S2 apakah harus memiliki pengalaman riset tertentu atau bekerja di lembaga riset tertentu atau bisa setelah lulus S1 langsung melanjutkan S2?

Bisa sekali dari fresh graduate S1 kemudian langsung melanjutkna S2 , dan di Osaka university justru lebih banyak yang saat ini kuliah S2 berasal dari fresh graduate S1 dan belum punya afiliasi (kerja) di Indonesia.

Saya kira setiap yang pernah ambil skripsi pasti akan mempunyai pengalaman riset, karena dengan melakukan pekerjaan (eksperimen) selama mengambil tugas akhir/skripsi maka kemampuan kita dalam hal riset pasti lebih terasah. Cantumkan di CV pengalaman riset saat skripsi dengan mencantumkan judul topik riset yang diambil, syukur sampai mempunyai publikasi sehingga bs menjadi nilai lebih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *