Universitas (Alasan memilih Jepang, Osaka Univ, dll)

Jawaban bersumber dari buku “Japan I am coming” karangan Ibu Murni Handayani, M.Sc, PhD yang saat ini bekerja sebagai assistant professor di Chemistry Department, Division of Physical Organic Chemistry, Graduate School of Science, Osaka University. 

 


 

  1. Kenapa memilih untuk kuliah di Jepang?

Saya akan mulai dari alasan saya kenapa kuliah ke Jepang. Jadi saya waktu itu setelah lulus UNS dan kmdn kerja di LIPI selama 3 thn, hanya memang saya sudah pnya mimpi utk kuliah ke LN terutama ke Jepang. Alasannya adalah

  • Kita tahu bahwa Jepang mrpkn negara maju dan terkenal dengan kemajuan sains dan teknologi-nya
  • Budaya disiplin dan komitmen yang tinggi
  • Saya melihat banyak senior lulusan jepang yang sangat produktif menghasilkan paper dan paten, punya skill eksperimen yang tinggi
  • Suami saya yang di Indonesia waktu itu bekerja di perusahaan automotive ber-lisensi Jepang, sehingga berharap tidak sulit untuk pindah kerja di Jepang

Saya kuliah ke Jepang awalnya memang karena family oriented, lebih beralasan karena saya sebagai istri yang harus selalu melihat efek dari segi suami juga. Walau pada prakteknya suami tidak jadi kerja disini dan alhamdulillah justru bisa lanjut kuliah di universitas yang sama di Osaka University.

Kemudian kenapa saya waktu itu ambil osaka university tetapi sebetulnya saya waktu itu mencoba ke beberapa universitas terbaik di jepang, ada 3 univ yang saya coba yaitu Tokyo university, Kyoto University dan Osaka University. Ini karena untuk mendapatkan beasiswa, universitas besar akan memberikan chance yang lebih besar pula

Sebetulnya kisah saya sampai Osaka University juga sudah saya tulis di buku menghidupkan mimpi ke negeri sakura (MMKNS) dan sudah terbit thn 2013 kalau ga salah

  1. Ada alasan khusus kenapa memilih melanjutkan studi di Osaka University?

Ada beberapa alasan kenapa saya memilih bersekolah di Osaka University:

  • Salah satu universitas terbaik no 3 di Jepang setelah Tokyo University dan Kyoto University dan menempati urutan 58 di dunia. Di bidang saya, Osaka University menempati 19 di bidang kimia dari seluruh dunia!
  • Peralatan penelitian yang pastinya sangat lengkap
  • Lingkungan riset yang sangat mendukung: Di Indonesia untuk melakukan riset kita sering harus menunggu bahan kimia yg datangnya lumayan lama krn ada bbrp yang impor dr LN jd terkadang bs 3 bulan br sampai. Kemudian dana riset yg sgt terbatas. Harus mencari informasi peralatan yg tersedia untuk mengukur sample kita dan harganya juga lumayan tinggi, contoh untuk SEM saya waktu itu harus bayar 400ribu persampel dan tidak boleh diulang jd kalau hasil jelek ya harus ngulang lagi pakai sampel lain ya bayar lagi. Disini saya setiap hari mau mengukur SEM tinggal masuk ruangan tidak bayar, bs mengoperasikan alat tsb kapan saja, selain itu saya punya banyak kesempatan belajar alat-alat canggih utk pengukuran riset nanoteknologi (riset saya lebih ke sintesis nanomaterial). Alat alat spt Scanning Tunneling micrsocopy (STM), Atomic Force Microscopy (AFM) yang di Indonesia saya belum tahu ada ga, kalau ada pun pasti mahal. Disini saya bisa 24 jam eksperimen dengan alat itu jika menginginkannya
  • Fasilitas bahan studi seperti buku dan jurnal yang sangat mudah di akses: Untuk perpustakaan, setiap hari buka dr jam 8 pagi sd jam 7 mlm. Buku nya bs dipinjam sampai 10 buku dalam sekali pinjam
  1. Bagaimana sistem pendidikan  metode pembelajaran, dan sistem penilaian di Osaka  University?

Sistem pembelajaran di Osaka University:

Untuk mahasiswa sains yang berbasis eksperimen, maka setiap mahasiswa S2 atau S3 mempunyai supervisor/professor pembimbing dimana kita akan bergabung di lab professor tersebut. Setiap Professor di Jepang mempunyai lab sendiri dengan topik riset tertentu yang di dalamnya biasanya terdiri dari staff lain seperti associate Professor dan asistant professor, sekretaris dan puluhan mahasiswa sekitar 20 sd 30 mahasiswa dari S1 sampai S3. Di sana kita diberi ruangan dengan meja belajar dan juga meja eksperimen, keseharian kita akan berada di dalam lab tersebut dan mengikuti aturan lab tempat professor kita tersebut. Di dalam lab tersebut kita akan melakukan eksperiman sesuai topik riset thesis kita. Jadi, selain ada kelas maka kita juga mempunyai topik riset yang harus kita lakukan di lab dibimbing oleh Professor yang kita tuju.

Saat ada kelas sama seperti di Indonesia, kita menuju ruangan kelas dan mendengakan dosen dan biasanya ada tugas atau PR yang harus dikumpulkan.

Akan tetapi setelah kita sudah tidak ada kelas, maka kita biasanya balik ke lab kita. Kegiatan kita di Lab akan lebih banyak dibandingkan di kelas. DI lab biasanya ada presentasi progress report penelitian kita kemudian juga seminar kecil untuk membahas jurnal dan meeting lainya. Interaksi kita akan lebih banyak dengan Professor dan anggota member di lab kita.

  1. Apakah periode perkuliahan di Osaka University sama seperti di Indonesia yang biasa mulai penerimaan di bulan Juli? 

Tidak , di Jepang periode kuliah untuk S1 dimulai selalu dari bulan April. Sedangkan untuk S2 yang program internasional (natioal graduate program ) di Osaka Uniersity ada dua waktu. Yang pertama di mulai saat bulan April (Musim semi) dan yang kedua adalah dimulai pada bulan Oktober (Musim gugur).

  1. Adakah komunitas atau organisasi khusus indonesia yg kuliah di luar negeri untuk sharing pengalaman, konsul mengenai rencana studi, kampus, lingkungan, dll?

Belum ada, tetapi kita mempunyai komunitas PPI-ON (Perhimpunan pelajar indonesia-Osaka dan Nara ) dimana kita bisa menanyakan ke senior-senior kita yang sudah punya banyak pengalaman dalam studi dan lingkungan mereka di Osaka University.

  1. Apakah ada universitas di Indonesia yang menjadi partner institution dari osaka university? Dan apakah itu menjadi nilai plus dalam penerimaan mahasiswa disana?

Iya ada 4 universitas di Indonesia yang sudah mempunyai agreement /partner dengan Osaka University yaitu ITB, UGM, UI dan Universitas airlangga

Coba lihat di link berikut:

http://www.osaka-u.ac.jp/en/international/action/exchange/inter-university

  1. Bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan kampus Osaka University, jika sudah menjadi mahasiswa disana?

Cara beradaptasi :

  1. Selalu mematuhi aturan dari Professor pembimbing (Advisor) selama studi di Osaka University
  2. Menjaga attitude dengan sebaik-baiknya
  3. Banyak berinteraksi dengan teman-teman di lab dan juga teman-teman Indonesia
  4. Aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan kegiatan luar kampus
  1. Bagaimana standar kelulusan di sana? Apakah terlalu senjang dg indo? Apakah lbh sulit? Bagaimana tgkt kesulitannya?

Standar kelulusan untuk S2 disini selain berdasarkan kelas dan ujian semester, juga berdasarkan penilaian dari nilai SKS yang diperoleh dari kegiatan riset di lab (nilai dari Professor kita).

Untuk S3 akan ada tuntutan publikasi di jurnal internasional, berapa jumlah publikasi untuk kelulusan doktor, ini tergantung dari tiap departemen dan juga professor mempunyai standar tersendiri.

Karena S2 dan S3 saya di Osaka University, saya kurang bisa membandingkan dengan S2 dan S3 di Indonesia, akan tetapi dari cerita beberapa teman yang kuliah di Indonesia, untuk S2 dan S3 di Jepang ada perbedaan di eksperimen dan juga tuntutan publikasi internasional nya dimana di Jepang pasti tuntutan lebih tinggi karena kualitas yang juga dituntut agar bisa bersaing secara internasional sehingga bisa publish di jurnal yang mempunyai impact factor tinggi.

  1. Apa yang membedakan persyaratan riset yang dilakukan untuk memperoleh gelar S2 dan S3 di Jepang ?

Untuk gelar S2, tidak dituntut publikasi internasional, thesis dibuat dari hasil riset yang dilakukan selama studi S2.

Untuk gelar S3, dituntut publikasi internasional yang biasanya beberapa departemen/professor menuntut untuk bisa mempunyai 1 sampai dengan 3 publikasi minimal, untuk bisa mengikuti sidang akhir/kelulusan (tergantung kebijakan tiap departemen dan professornya). Jadi disertasi S3 sering merupakan penjabaran dari pekerjaan yang sudah di publikasikan di jurnal internasional tersebut.

  1. Kalo yg Ibu paparkan kebanyakan soal science, nah kalau yg mau melanjutkan kuliah sosial ekonomi pertanian gimana ya? Apakah pencarian profesornya juga sama? Terus kegiatan untuk mahasiswa sosek seperti apa?

Iya baik science maupun sosial dan ekonomi pertanian akan sama dalam pencarian professor baik untuk S2 dan S3. Untuk kegiatan perkuliahan tergantung dari subyek risetnya, jika topik riset di lab dalam bimbingan professor di OU bukan eksperimen atau risetnya hanya teori atau simulasi biasanya tetap masuk ke lab sesuai dengan aturan dari professor pembimbing, hanya eksperimennya dalam bentuk kalkulasi dengan komputer atau akan belajar teori di lab. Jika memang tidak perlu datang ke lab tiap hari maka bisa belajar di rumah dan ke kampus saat ada kelas dan saat ada perlu untuk bimbingan dengan Professor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *