Segmen KAMU (Kami yang Muda)

Segmen KAMU (Kami yang Muda) adalah salah satu segmen Radio Republik Indonesia. Segmen KAMU berisi bincang-bincang mengenai isu yang sedang hangat antara generasi muda Indonesia. KAMU dapat didengarkan langsung di VOI.co.id setiap hari Senin pukul 11.30 WIB. Pada edisi kali ini KAMU mengangkat isu mengenai Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap tanggal 10 Januari. Narasumber kali ini adalah R. Yusrifar Kharisma Tirta, seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikan di Osaka University untuk bidang Biological Science.
Wawancara kali ini diawali oleh pendapat narasumber sendiri mengenai inisiatif pemerintah yang mencanangkan hari Gerakan Satu Juta Pohon. Hari Gerakan Satu Juta Pohon ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Januari 1993 dengan mengajak masyarakat untuk menanam pohon di seluruh provinsi. Dari pendapat Narasumber sendiri, kepedulian masyarakat Indonesia mengenai isu lingkungan saat ini sudah mulai meningkat terutama mengenai global warming. Tentu saja dampak isu lingkungan ini dirasakan tidak hanya oleh warga Indonesia, namun juga masyarakat di seluruh dunia.
Kemudian, apa sih pentingnya pohon? Narasumber menjelaskan bahwa pohon memiliki banyak peran penting salah satunya adalah perannya sebagai carbon sink. Pohon sebagai carbon sink akan menyerap emisi gas buang mulai dari karbon dioksida, metan, dan lain lain. Tentu saja peran carbon sink ini berkaitan erat dengan isu global warming yang menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi tiap tahunnya. Naiknya suhu permukaan bumi merupakan polemik terhadap lingkungan di seluruh dunia. Salah satu contohnya adalah melelehnya gunung-gunung es di kutub. Melelehnya gunung es tersebut ternyata juga melepas gas radikal yang dapat merusak lapisan ozon kita sehingga terjadi penipisan ozon. Dampaknya? Kanker kulit, gagal panen, serta radiasi yang merusak dari sinar UV yang tidak tersaring.
Menimbang semua hal di atas, apakah hari Gerakan Satu Juta Pohon ini memiliki dampak yang bagus? “Ya, namun perlu diawasi,” jawab sang narasumber. Penanaman pohon memang baik tetapi perlu juga untuk memperhatikan faktor ekosistem, apakah cocok dengan lingkungan dan biodiversitas sekitar. Kemudian narasumber juga menambahkan bagaimana tingginya tingkat deforestasi di Indonesia dan mengingatkan kembali bahwa boleh untuk memanfaatkan lingkungan, tetapi jangan sampai overeksploitasi. Lalu bagaimana dengan Jepang? Narasumber mengatakan bahwa di jepang sendiri ada hari libur untuk mengapresiasi hutan (Greenery Day di bulan Mei) dan juga hari laut maupun hari gunung.
Menutup wawancara, langkah apakah yang dapat dilakukan generasi muda untuk membantu mengatasi isu lingkungan ini? Pertama, kita dapat mengurangi penggunaan kertas dengan memakai kertas daur ulang ataupun membiasakan print bolak-balik. Kedua, kita dapat turut andil menyebarkan isu lingkungan dengan share sebanyak banyaknya informasi maupun ajakan mengenai isu lingkungan. Hal tersebut merupakan langkah kecil yang dapat berdampak besar karena terus berkembang seiring banyaknya tautan-tautan informasi yang disebarkan. Ketiga, kita dapat turut aktif berpartisipasi di kampanye dan event lingkungan. Semoga dengan adanya hari Gerakan Satu Juta Pohon ini kita dapat lebih mengapresiasi sumber daya alam yang telah dititipkan kepada bangsa kita. Tugas kita sebagai generasi muda adalah menjaga lingkungan Indonesia agar dapat dinikmati anak cucu kita kelak. Salam Indonesia, Salam Lingkungan.

Link wawancara lengkap dapat didengarkan disini.

Penulis: Yusrifar
Editor: Tamara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *