Tips Membeli Smartphone di Jepang

Di zaman modern sekarang ini, komunikasi digital telah menjadi kebutuhan utama.  Untuk para ekspatriat, momen-momen di awal kepindahan ke negara baru tentunya akan menjadi hambatan tersendiri untuk berkomunikasi baik dengan keluarga di Tanah Air maupun dengan teman atau kolega di kampus atau tempat kerja.

Keberadaan Wi-Fi di tempat kerja, di kampus, di tempat umum, dan di dalam kamar seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita untuk berkomunikasi.  Terlebih lagi apabila Anda merupakan tipe orang yang sangat mobile (baca: jalan-jalan tiap hari) atau sangat eksis (baca: tukang selfie, artis Instagram).  Oleh karena itu, adanya smartphone yang terhubung dengan network di negara yang didatangi sangatlah penting.

Untuk kita, ekspatriat Indonesia di Jepang, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tersebut.  Dalam artikel ini, Penulis akan mencoba mengupas topik yang layak diperbincangkan tersebut dengan tajam, setajam katana.

Cara yang paling umum digunakan oleh orang Jepang untuk membeli ponsel baru adalah melalui 3 carrier besar: au, DoCoMo, atau SoftBank.  Cara ini cukup simpel: cukup datangi toko dari carrier yang akan Anda pilih dengan membawa Residence Card (yang sudah diregistrasi di city hall), paspor, dan kartu kredit atau kartu ATM dari bank di Jepang.  Pilih plan yang Anda inginkan, dan Anda pun bisa segera menggunakan ponsel baru Anda.

Namun, dengan cara ini, biaya per bulan yang harus Anda bayar cukup tinggi. Tergantung plan dan ponsel yang Anda pilih, biaya per bulan berkisar antara ¥4000 – ¥8000.  Selain itu, Anda juga akan mengalami kesulitan jika akan pulang ke Indonesia.  Karena ponsel yang akan Anda dapat dikunci network-nya, maka Anda tidak bisa menggunakan kartu SIM dari carrier lain atau dari negara lain tanpa melakukan unlock terlebih dahulu.  Proses unlock ini lumayan ribet dan dalam beberapa case memerlukan biaya yang cukup besar, mencapai ¥3000.

Lalu, apakah ada cara yang lebih murah untuk bisa connect ke internet di Jepang?  Jawabannya ada! Anda bisa menggunakan Mobile Virtual Network Operator (MVNO).

Apa itu MVNO?  Simpelnya, operator MVNO ini adalah penyedia layanan jasa mobile yang “menumpang” pada jaringan milik DoCoMo, au, atau SoftBank.  Ada banyak MVNO di Jepang, baik yang hanya menyediakan SIM saja atau yang juga mempunyai bundling plan dengan ponsel SIM-free (baca: YES! GA PERLU REPOT UNLOCK).  Untuk daftar MVNO yang ada di Jepang, Anda bisa mengunjungi http://www.mvno-navi.com (JP only).

Untuk menggunakan MVNO, Anda memerlukan ponsel SIM-free alias unlocked yang kompatibel dengan jaringan 3G (HSDPA/HSDPA+) dan 4G (LTE) yang digunakan oleh MVNO pilihan Anda.  Tapi Anda tidak perlu panik, ponsel dari Indonesia sebagian besar sudah unlocked dan kompatibel dengan jaringan selular di Jepang.  Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda pelajari tabel berikut:

 

Tabel 1. Perbandingan jaringan LTE DoCoMo, au, dan SoftBank

DoCoMo au by KDDI SoftBank
Band (no.) Band (freq.) Band (no.) Band (freq.) Band (no.) Band (freq.)
1 2100 MHz 1 2100 MHz 1 2100 MHz
3 (9) 1800 MHz 11 1500 MHz (L) 3 (9) 1800 MHz
19 800 MHz (H) 18 (26) 800 MHz (L) 8 900 MHz
21 1500 MHz (H) 28 700 MHz 41 2500 MHz
28 700 MHz
42 3500 MHz

Untuk mengecek jaringan yang digunakan oleh ponsel Anda, silahkan kunjungi beberapa situs-situs mobile tech seperti http://gsmarena.com atau http://phonearena.com.  Semakin banyak jaringan yang kompatibel dengan ponsel Anda, semakin jarang Anda mengalami kehilangan jaringan.

Jika Anda tidak ingin menggunakan ponsel lama Anda, tidak masalah.  Ada beberapa website yang menjual ponsel SIM-free yang kompatibel dengan jaringan Jepang, seperti http://expansys.jp, http://amazon.co.jp, dan http://ebay.com Sebagai catatan untuk dua situs terakhir, karena situs tersebut merupakan situs internasional, maka saya sarankan Anda untuk tidak membeli ponsel dari Amerika Serikat, bahkan yang unlocked sekalipun.

Dibandingkan dengan membeli ponsel melalui carrier, secara keseluruhan Anda akan lebih hemat apabila membeli ponsel SIM-free dan menggunakan layanan MVNO.  Per bulannya, Anda tidak perlu menghabiskan lebih dari ¥3000 untuk paket internet unlimited dengan kuota 3 GB, namun Anda akan membayar lebih besar di awal, apalagi jika ponsel yang Anda beli ada “tjap apel digigit” di belakangnya.

Kemudian, ada satu kendala yang cukup mengganggu jika ingin menggunakan MVNO, yaitu adanya lingkaran setan antara kebutuhan Anda akan nomor telepon dan kartu kredit.  Hampir semua MVNO hanya menerima kartu kredit sebagai metoda pembayaran, sehingga jika Anda belum memiliki kartu kredit, Anda akan kesulitan.  Parahnya lagi, untuk membuat kartu kredit, Anda harus memiliki nomor telepon pribadi.

Lingkaran Setan Kartu Kredit - Nomor Telepon

Lingkaran Setan Kartu Kredit – Nomor Telepon

Jangan sedih dulu, sob!  Ada cara untuk memecah kebuntuan ini.  Dalam kasus saya dulu, saya meminta teman saya yang mempunyai kartu kredit untuk membuatkan kontrak dengan MVNO tersebut. Lalu, saya mengganti uang yang dia bayarkan ke MVNO sampai saya mempunyai kartu kredit sendiri untuk membuat kontrak MVNO baru atas nama pribadi.  Belakangan saya baru mengetahui kalau sebenarnya ada cara untuk mengubah detail kontrak, jadi seharusnya saya tidak perlu membuat kontrak baru.

Selain itu, ada juga cara lain yang digunakan salah satu Warga ON untuk mengatasinya.  Pertama-tama, beliau membeli keitai alias dumbphone alias flip-phone di carrier. Kemudian dengan nomor ponsel tersebut, beliau mendaftarkan untuk membuat kartu kredit.  Dan akhirnya, dengan kartu kredit tersebut beliau bisa membuat kontrak MVNO.

Untuk membuat kontrak MVNO ini sendiri, Anda dapat melakukannya secara online dari situs MVNO tersebut atau mendatangi bagian telepon selular dari Yodobashi Camera.  Pastikan Anda tidak menanyakan soal DoCoMo, au, ataupun SoftBank.

Jika Anda ingin berhemat, saya menyarankan Anda untuk membeli ponsel LTE murah dari situs yang saya sebutkan tadi dan menggunakan MVNO yang murah.  Di sisi lain, jika Anda tidak ingin terlalu ribet dengan lingkaran setan yang saya sebutkan tadi, silahkan kunjungi carrier shop terdekat Anda.  Jangan lupa membawa seseorang yang bisa berbahasa Jepang.  Semoga guide ini dapat membantu Anda melancarkan komunikasi selama di Jepang.

Penulis:

Bijak Riyandi Ahadito, saat ini sedang mengambil S2 di Osaka University. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *