TIPS MENGATUR KEUANGAN BEASISWA

Mengatur keuangan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ada di Jepang ternyata bukanlah hal yang mudah. Bagi beberapa orang, meskipun sudah mencoba untuk berhemat, ada saja pengeluaran tak terduga atau pengeluaran-pengeluaran lain yang membuat rekening bank meringis. Nah, berikut ini akan saya uraikan beberapa tips dalam mengatur keuangan beasiswa supaya uang di rekening bank kita tetap aman dan sentosa. Bahkan dari uang beasiswa, kita bisa menabung, lho! Lumayan kan untuk jalan-jalan atau pulang kampung ^^.

  1. Semua pengeluaran harus dicatat

Semua? Ya. Semua. Mulai dari pengeluaran untuk makan, transportasi, belanja sehari-hari, tagihan HP bulanan, hingga jajan minuman di vending machine atau mencuci baju di laundry koin, semua harus dicatat. Sebisa mungkin, simpan semua struk yang didapat di dalam satu hari, lalu dikumpulkan dan dicatat (kalau sudah dicatat, struk bisa dibuang ^^). Setelah itu, di akhir bulan, direkapitulasi semua, sehingga kita bisa mengetahui seberapa banyak uang yang kita keluarkan dan apa saja pengeluaran-pengeluaran yang berada di luar batas kewajaran.
Ah, males banget harus kemana-mana bawa kertas buat nyatet pengeluaran! Weits..di jaman yang udah super modern gini, pengeluaran bisa kita catet di hape lho, praktis, cepat, dan mudah. Ini beberapa website yang merekomendasikan aplikasi-aplikasi utk mencatat pengeluaranmu: disini  atau disini.

  1. Buat rekening baru di bank lain

      Mahasiswa Indonesia yang berada di Jepang biasanya memiliki rekening di bank sejuta umat, JP Bank alias Yuucho Ginkou. Terutama bagi penerima beasiswa Monbukagakusho, uang beasiswa akan ditransfer ke akun rekening JP Bank di tanggal-tanggal tertentu setiap bulannya. Namun ternyata, memiliki satu rekening saja tidak cukup dan tidak menjamin bahwa kita bisa benar-benar mengatur keuangan dengan baik. Salah satu kiat ampuh untuk bisa mengatur keuangan kita adalah membuat rekening baru di bank lain. Rekening baru itu dibuat khusus untuk tabungan yang tidak boleh diutak-atik isinya, kecuali jika memang kita benar-benar membutuhkannya. Kita bisa bertanya pada kawan mengenai rekomendasi bank komersial yang bisa kita pakai. Namun, kalau ingin lebih ‘tega’ pada diri sendiri, kita bisa memilih bank komersial yang letaknya tidak terlalu dekat dengan tempat tinggal kita atau memilih bank komersial yang jumlah ATM-nya tidak terlalu banyak di daerah tempat tinggal kita. Kalau sudah begitu, kita pasti akan berpikir ulang sejuta kali kalau ingin ‘curang’ mengambil uang tabungan kita. Lalu bagaimana dengan rekening JP Bank? Rekening itu bisa kita pakai untuk pengeluaran kita sehari-hari.

  1. Sisihkan bagian untuk pengeluaran wajib sesaat setelah uang beasiswa turun

      Apa saja yang termasuk ke dalam pengeluaran wajib? Misalnya, biaya sewa asrama atau apato, asuransi, biaya listrik, biaya air, dan gas (atau bagi yang ingin memasukkan biaya bulanan handphone atau internet ke dalam pengeluaran wajib, silakan juga). Ada kalanya kita kalap dan khilaf setelah gajian datang, sehingga pengeluaran-pengeluaran wajib yang justru harus dibayar, jadi terbengkalai. Untuk itu, ada baiknya untuk menyisihkan uang beasiswa kita untuk pengeluaran-pengeluaran tersebut, sesaat setelah uang beasiswa turun, jadi tidak perlu merasa galau lagi.^^

  1. Menabung di awal

      Setelah urusan bayar-membayar beres, kita akhirnya bisa hore-hore*eh* menabung. Apa? Menabung di awal? Serius? Yes. Serius. Menabung semampunya kita saja, yang penting menabung. Saya pernah mendengar dari seorang penasehat keuangan bahwa menabung yang baik adalah dengan menyisihkan uang tabungan sesaat setelah kita mendapatkan gaji –tentu saja setelah semua pengeluaran wajib itu beres ya–, bukan ketika akhir bulan, sebelum kita mendapat gaji. Itu yang saya lihat di TV, sih. Hehehe. Jadi, setelah pengeluaran wajib dan urusan menabung beres, barulah uang yang ada di rekening JP Post bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari.

 

  1. Honor part time = tabungan

      Bagi mahasiswa penerima beasiswa yang part time atau arubaito, cara menabung seperti ini bisa dikatakan cukup efektif. Kita bisa meminta izin kepada atasan supaya honor part time kita ditransfer ke akun rekening tabungan kita. Tidak harus semua honor part time ditabung kok, bisa dibagi juga menjadi dua bagian: sebagian untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari, sebagian lagi untuk ditabung. ^^

  1. Tambahan: celengan koin

Seperti yang kita ketahui, uang koin cukup banyak beredar di Jepang, mulai dari 1 yen, 5 yen, 10 yen, 50 yen, 100 yen, hingga 500 yen. Bisa jadi bagi beberapa orang, keberadaan uang koin yang menumpuk di dompet dinilai merepotkan. Oleh karena itu, punya celengan koin di asrama atau apato tidak ada salahnya lho. Di DAISO banyak tersedia celengan koin aneka bentuk dan ukuran yang unik-unik dan murah meriah. Bahkan ada pula celengan khusus 500 yen yang apabila kita berhasil membuat celengan itu penuh, kita bisa memperoleh 100.000 yen! Luar biasah! Lalu, jika dirasa celengan koin kita sudah penuh, kita bisa memasukkannya ke dalam akun rekening tabungan kita. Nah, kita bisa memanfaatkan salah satu keunggulan ATM di Jepang, yaitu bisa menerima setor tunai koin.

Itulah tadi tips-tips mengatur keuangan beasiswa di Jepang. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri dalam mengatur keuangan beasiswa selama berada di Jepang. Semoga tips-tips di atas bisa dijadikan alternatif bagi siapa saja yang membutuhkan. ^^

Penulis:

(Fia Masitha – penerima beasiswa S2 Monbukagakusho di Nara Women’s University)
Manajemen Keuangan Beasiswa ala Fia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *