Tips Tembus Beasiswa

Bagi teman-teman yang ingin mendaftar beasiswa untuk kuliah ke luar negeri dan khususnya ke Jepang, persiapan adalah hal yang sangat penting untuk bersaing memenangkan beasiswa. Berikut tips-tips untuk mempersiapkan diri agar bisa tembus beasiswa.

  1. Naikkan kemampuan akademis hingga excellent / pertahankan nilai akademis agar tetap bagus.
    Untuk transkrip, nilai atau IPK adalah hal yang sangat penting. Walaupun ini bukanlah satu-satunya tolak ukur untuk mendapatkan beasiswa, nilai atau IPK yang tinggi akan membuat Anda lebih bisa bersaing dengan pelamar yang lain. Pada umumnya pihak penyeleksi beasiswa akan melihat nilai atau IPK ini pertama kali saat proses seleksi, karena ini adalah parameter yang menunjukkan keseriusan pelamar mengikuti mata kuliah (untuk pendaftar beasiswa S2/S3) atau pelajaran (untuk pendaftar beasiswa S1). Semakin bagus nilai yang Anda raih, hal ini tentu akan membuat peluang Anda semakin besar untuk bisa bersaing memenangkan beasiswa. Setiap beasiswa biasanya mensyaratkan nilai/IPK tertentu untuk bisa mendaftar ke beasiswa tersebut. Untuk mendaftar beasiswa S2/S3, biasanya beasiswa mensyaratkan pendaftar mempunyai IPK 3.00 atau lebih, bahkan untuk beberapa beasiswa mensyaratkan 3.25 ke atas atau cum laude (di atas 3.50), seperti beasiswa ajinomoto. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mendaftar beasiswa berusahalah untuk meningkatkan kemampuan akademik agar memperoleh nilai/IPK tinggi dan mempertahankannya. Akan tetapi, bagi Anda yang sudah terlanjur mendapatkan IPK di bawah 3.00, tidak perlu berkecil hati, peluang meraih beasiswa masih terbuka dengan cara mengimbangi dengan menguatkan faktor yang lain seperti study plan, surat rekomendasi atau dengan menunjukkan pencapaian tertentu, misalnya penghargaan yang pernah diterima. Hal ini bisa menjadi nilai lebih di mata penyeleksi beasiswa.

  2. Membuat Study Plan (Rencana Studi) yang outstanding.
    Pada proses seleksi beasiswa, study plan adalah faktor yang sangat menentukan jika pelamar memiliki nilai IPK atau TOEFL yang relatif kecil. Pelamar dengan IPK lebih kecil bisa jadi mampu mendapatkan beasiswa karena study plan yang sangat bagus. Oleh karena itu, usahakan membuat study plan yang outstanding. Cara membuat study plan yang outstanding dibahas secara rinci di buku JIC.

  3. Mempunyai kemampuan bahasa asing yang tinggi. 
    Kecakapan dalam berbahasa Inggris mempunyai peran penting yang hampir sama dengan IPK. Usahakan skor TOEFL di atas 550 untuk mendapatkan nilai lebih dari penyeleksi. Selain itu, kemampuan komunikasi yang baik akan memudahkan pelamar dalam memahami dan menjawab pertanyaan. Khusus untuk kuliah ke Jepang, beberapa beasiswa juga meminta kemampuan bahasa Jepang yang ditunjukkan dengan nilai JLPT, misalnya beasiswa Monbukagakusho program D2, D3, S1, Japanese Studies, Panasonic dll.

  4. Dapatkan surat rekomendasi (recommendation letter) dari orang yang mengenal Anda dengan baik. 
    Biasanya dari dosen pembimbing atau profesor di universitas. Surat rekomendasi merupakan bukti pendukung bahwa Anda pantas mendapatkan beasiswa. Surat rekomendasi ini mempunyai peran penting dan merupakan salah satu faktor yang menentukan seorang pelamar jika pelamar mempunyai nilai IPK dan TOEFL yang tidak terlalu tinggi.

  5. Buatlah CV (Curriculum Vitae) yang informatif dan menarik.
    Saat menulis daftar riwayat hidup, tulislah semua pencapaian Anda, seperti kemampuan Anda, penelitian yang pernah dilakukan, paper atau publikasi yang dimiliki, pengalaman organisasi, penghargaan, dll. CV ini akan menunjukkan sejauh mana kualitas Anda sehingga semakin informatif dan lengkap sebuah CV, semakin besar keyakinan penyeleksi kepada Anda.

  6. Membuat motivation letter yang menjual. 
    Motivation letter/statement purpose menunjukkan mengapa kita tertarik mengambil bidang studi yang kita pilih dan memperlihatkan mengapa kita layak mendapatkan beasiswa. Pahami dengan baik bidang studi yang akan kita ambil agar kita bisa menjelaskan dengan sempurna alasan kita tertarik ke bidang tersebut. Tunjukkan kemampuan, pengalaman, pencapaikan serta passion kita terhadap bidang studi yang akan kita ambil karena akan menjadi nilai penting. Dengan begitu, pemberi beasiswa akan yakin bahwa kita akan memberikan komitmen yang terbaik di bidang tersebut.

  7. Tunjukkan kontribusi yang akan / telah Anda lakukan untuk negara kita.
    Kegiatan aktif kita di berbagai organisasi akan menjadi nilai penting dalam meraih beasiswa, jadi usahakan untuk aktif dalam kegiatan organisasi / volunteer baik di dunia akademik, sosial, maupun pendidikan karena pemberi beasiswa lebih tertarik dengan kandidat yang mempunyai visi luas serta mampu memberikan kontribusi nyata untuk lingkungan sekitar.

  8. Persiapkan diri menghadapi ujian dengan berlatih dan berlatih! 
    Tidak ada sesuatu yang didapatkan tanpa usaha, dan tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan instan. Semua membutuhkan perjuangan dan usaha. Selalu berlatih akan membuat kita lebih siap menghadapi tes. Dengan selalu berlatih, apa yang kita anggap susah akan menjadi mudah, percayalah!

  9. Teruslah berusaha , berdoa, dan jangan pernah menyerah! Jangan langsung menyerah jika kita gagal mendapatkan beasiswa, yakinlah bahwa kegagalan itu justru memberikan pengalaman berharga untuk kita. Dari kegagalan itu, kita akan tahu celah dan trik bagaimana cara menjadi lebih baik dan lebih siap meraih beasiswa. Di setiap usaha keras kita, ikutilah dengan doa yang tekun. Yakinlah pada apa yang kita usahakan dan jika itu menurut Tuhan adalah yang terbaik untuk kita, kita akan mendapatkannya.

Sumber: Buku “Japan I am Coming (JIC)”, Murni Handayani – dengan beberapa perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *